Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberatnasan Korupsi (KPK) merilis skor Indeks Integritas Nasional (IIN) tahun 2025, yaitu 72,32. Skor itu naik sekitar 0,9 poin dibandingkan 2024 yang berada di level 71,53.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto mengatakan, secara rata-rata, integritas instansi di Indonesia masih dalam kategori 'rentan'.
"Itu menunjukkan bahwa perilaku (berisiko) korupsi di masing-masing (instansi) itu masih ada," terang dia dalam pidato puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (9/12). .
Inspektorat di daerah diminta untuk proaktif berkoordinasi dengan Kedeputian Pencegahan KPK. Dengan cara ini, titik rawan korupsi, mulai dari risiko gratifikasi hingga suap bisa dimitigasi dan dilakukan tindakan pencegahan.
Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ukuran untuk menilai integritas lembaga di Indonesia. Namun, belakangan KPK menemukan adanya upaya rekayasa agar nilai SPI bisa tinggi.
Setyo Budiyanto menyampaikan, ada pengalaman yang ditemukan KPK. Bahkan, mereka melakukannya secara cukup terstruktur.
"Salah satu kabupaten mengkondisikan hasil survei. Jadi sudah ada instruksional," terang Setyo. Dengan cara itu, skor SPI yang diperoleh bisa tinggi.
Caranya, para pegawai diinstruksikan untuk melapor jika menerima pesan survei dari KPK. Mereka akan diarahkan dalam mengisi jawaban agar skor SPI bisa tinggi.
"Nanti kalau pertanyaannya A, jawabannya A plus. Kalau pertanyaan B, jawabannya B minus, dan seterusnya," lanjut Setyo. Dengan pengkondisian itu, skor integritas akan melonjak sehingga menjadi sangat bagus.
Menurut dia, seharusnya tidak ada pengondisian ketika menjawab survei. Pasalnya, skor SPI bukan sekadar angka statistik untuk dipamerkan, tetapi bisa menggambarkan realitas yang sebenarnya.
Atas temuan itu, KPK sudah memiliki langkah antisipasi, KPK tidak bisa dikelabu. "Kami memiliki alat, ada tool yang bisa mengukur ini kira-kira benar apa enggak. Kemudian kami bandingkan dengan dokumen penyertanya, kami simpulkan bahwa ini adalah akal-akalan," tegas Setyo. (AT/E-4)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggencarkan penggeledahan untuk mencari barang bukti dalam kasus dugaan pemerasan dalam proses seleksi calon perangkat desa di Kabupaten Pati.
KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dalam penggeledahan rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Riyoso.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan turut mencermati polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan publik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/2) setelah datang dan memulai penggeledahan di rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati Riyoso di Desa Ngarus Kecamatan Pati
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved