Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberatnasan Korupsi (KPK) merilis skor Indeks Integritas Nasional (IIN) tahun 2025, yaitu 72,32. Skor itu naik sekitar 0,9 poin dibandingkan 2024 yang berada di level 71,53.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto mengatakan, secara rata-rata, integritas instansi di Indonesia masih dalam kategori 'rentan'.
"Itu menunjukkan bahwa perilaku (berisiko) korupsi di masing-masing (instansi) itu masih ada," terang dia dalam pidato puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (9/12). .
Inspektorat di daerah diminta untuk proaktif berkoordinasi dengan Kedeputian Pencegahan KPK. Dengan cara ini, titik rawan korupsi, mulai dari risiko gratifikasi hingga suap bisa dimitigasi dan dilakukan tindakan pencegahan.
Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ukuran untuk menilai integritas lembaga di Indonesia. Namun, belakangan KPK menemukan adanya upaya rekayasa agar nilai SPI bisa tinggi.
Setyo Budiyanto menyampaikan, ada pengalaman yang ditemukan KPK. Bahkan, mereka melakukannya secara cukup terstruktur.
"Salah satu kabupaten mengkondisikan hasil survei. Jadi sudah ada instruksional," terang Setyo. Dengan cara itu, skor SPI yang diperoleh bisa tinggi.
Caranya, para pegawai diinstruksikan untuk melapor jika menerima pesan survei dari KPK. Mereka akan diarahkan dalam mengisi jawaban agar skor SPI bisa tinggi.
"Nanti kalau pertanyaannya A, jawabannya A plus. Kalau pertanyaan B, jawabannya B minus, dan seterusnya," lanjut Setyo. Dengan pengkondisian itu, skor integritas akan melonjak sehingga menjadi sangat bagus.
Menurut dia, seharusnya tidak ada pengondisian ketika menjawab survei. Pasalnya, skor SPI bukan sekadar angka statistik untuk dipamerkan, tetapi bisa menggambarkan realitas yang sebenarnya.
Atas temuan itu, KPK sudah memiliki langkah antisipasi, KPK tidak bisa dikelabu. "Kami memiliki alat, ada tool yang bisa mengukur ini kira-kira benar apa enggak. Kemudian kami bandingkan dengan dokumen penyertanya, kami simpulkan bahwa ini adalah akal-akalan," tegas Setyo. (AT/E-4)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan secara rinci kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kota Depok, Jawa Barat, pada 5 Februari 2026.
KPK menyebut ada dugaan penerimaan gratifikasi oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok Bambang Setyawan senilai Rp2,5 miliar.
KPK menyatakan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan meminta uang sebesar Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.
KPK menyatakan anak usaha Kementerian Keuangan, PT Karabha Digdaya, mencairkan invois fiktif senilai Rp850 juta guna memenuhi permintaan Ketua PN Depok.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
KPK lakukan OTT di Depok, menyita Rp850 juta dari Juru Sita PN terkait dugaan gratifikasi dan pengurusan sengketa lahan. Lima tersangka ditetapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved