Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Malam ini, PBNU Gelar Pleno Tetapkan Pengganti Gus Yahya

Henri Salomo Siagian
09/12/2025 14:55
Malam ini, PBNU Gelar Pleno Tetapkan Pengganti Gus Yahya
Ketua PBNU Moh Mukri(dok Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Rapat Pleno dengan agenda penataan organisasi sesuai amanat Syuriah. Termasuk, penetapan penjabat ketua umum mengganti Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Baca juga: Pengasuh Ponpes Krapyak Imbau PBNU Hormati Kiai Sepuh dan Tegaskan Dukungan untuk Rais Aam serta Ketum

“Salah satu agenda pleno kali ini adalah penetapan Pj Ketua Umum PBNU pengganti Gus Yahya,” jelas Ketua PBNU Moh Mukri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (9/12). 

Baca juga: Konflik PBNU, Gus Yahya: Jika Dialog Ditolak Kami Siap Tempuh Jalur Hukum

Dia menuturkan, Rapat pleno yang digelar di Hotel The Sultan, Jakarta, malam ini, diawali dengan doa bersama yang dipimpin para kiai sepuh. Dia juga memastikan seluruh unsur kepengurusan PBNU akan hadir dalam rapat pleno. Mulai dari Mustasyar, A’wan, Syuriyah, Tanfidziyah, hingga pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom).

Baca juga: Forum Kiai Nyai Muda NU Dorong Rekonsiliasi PBNU lewat Musyawarah Terbuka

Mukri menegaskan, keputusan Syuriah PBNU untuk memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum adalah keputusan final dan mengikat. Dan dia memastikan, seluruh proses tindak lanjut keputusan Syuriah PBNU akan dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai keulamaan, kehati-hatian, serta tata tertib organisasi. PBNU berkomitmen menjaga marwah jam’iyyah dan memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan penuh tanggung jawab. 

Mukri menambahkan, rapat pleno merupakan forum konstitusional yang memiliki peran penting dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan organisasi berjalan sesuai aturan dan tata kelola jam’iyyah.

Dia menambahkan, rapat pleno juga akan diawali dengan doa bersama dan penyerahan donasi untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—menegaskan kepedulian PBNU di tengah dinamika internal.

Dia mengatakan pembukaan pleno dengan doa dan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian PBNU terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Doa bersama dan donasi ini adalah upaya PBNU untuk turut mendoakan agar bencana di Sumatra segera tertangani. Santunan yang diberikan diharapkan bisa meringankan beban para korban,” ujar Prof. Mukri.
(X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik