Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena menyoroti rencana kebijakan kementerian pertahanan yang akan melibatkan TNI aktif untuk menjaga terminal dan kilang Pertamina.
“Ini adalah satu lagi tanda menguatnya pelibatan militer di ruang sipil di masa pemerintahan Prabowo. Pengamanan objek vital seharusnya tetap berada di bawah otoritas sipil dengan memperkuat mekanisme pengawasan publik,” ujar Wirya Selasa (25/11).
Wirya menekankan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin belum memberikan justifikasi yang kuat terkait keterlibatan TNI dalam industri strategis nasional.
Menurutnya, meski disebut sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan diklaim tercantum dalam revisi UU TNI, alasan nyata untuk menurunkan tentara di lokasi seperti kilang minyak dan terminal Pertamina belum jelas.
“Apa yang menjadi ancaman? Apa yang menjadi kedaruratan? Apa yang hanya bisa dilakukan oleh tentara di situasi ini dan tidak bisa dilakukan oleh otoritas sipil?” tanya Wirya.
Ia juga menilai langkah tersebut lebih terlihat sebagai pembenaran untuk merealisasikan “penambahan batalyon” TNI dan perluasan keberadaan tentara di berbagai penjuru Indonesia.
Di samping itu, Wirya mengingatkan bahwa pelibatan militer dalam urusan sipil khususnya yang berkaitan dengan objek vital nasional berpotensi mengaburkan batas kewenangan dan mendorong militerisasi ruang publik.
“Tentu kebijakan ini dapat berdampak pada meningkatnya risiko pelanggaran terhadap kebebasan sipil, termasuk hak berkumpul dan berekspresi bagi masyarakat di sekitar instalasi strategis yang dijaga militer,” tutur Wirya.
“TNI tidak dirancang sebagai institusi penegak hukum yang tunduk pada prinsip proporsionalitas, akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan sipil yang ketat,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Wirya mengingatkan akan pengalaman sejarah seperti di Tanah Papua dan Aceh pada masa Darurat Operasi Militer (DOM), di mana keterlibatan militer luas di wilayah non-militer terbukti meningkatkan risiko praktik intimidasi, kekerasan berlebihan, dan impunitas. “Apa Indonesia sedang menyiapkan diri untuk kembali ke masa tersebut?” pungkasnya. (Dev/P-2)
Teknologi Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) mampu mengubah gas buang dari proses kilang—yang mengandung acid gas—menjadi produk asam sulfat bernilai tinggi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron turut buka suara terkait dengan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga industri strategis nasional
Kilang LPG Cilamaya yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat itu dibangun untuk mendukung program substitusi impor, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan LPG dalam negeri.
Perjanjian mengalami beberapa kali adendum perubahan yang dinilai mengakibatkan terjadinya kerugian negara karena harga sewa terminal yang tinggi.
FSPPB menegaskan bahwa tuduhan mengenai adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran kilang merupakan hal yang sangat serius dan harus didukung oleh bukti yang sahih.
Mulanya, kuasa hukum Yoki, Wimboyono Senoadji menanyakan kepada Nicke mengenai pendapatan Pertamina yang meraih Rp 70 triliun pada 2024.
Nicke yang menjabat sebagai dirut Pertamina periode 2018-2024 menjawab, perjanjian itu terkait penyewaan terminal BBM.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
PT Pertamina Patra Niaga menyediakan layanan air minum isi ulang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved