Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPD Dorong NTB Jadi Etalase Pariwisata dan Energi Bersih Global

mediaindonesia.com
14/11/2025 13:32
DPD Dorong NTB Jadi Etalase Pariwisata dan Energi Bersih Global
KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat.(Antara)

Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI mengambil inisiatif untuk mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan mitra internasional. Tujuannya adalah untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata dan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah tersebut.

Forum Sinergi 2025 menempatkan NTB sebagai daerah percontohan yang dinilai mampu memperluas jejaring global dan menarik investasi strategis.

Menurut Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan, Nusa Tenggara Barat (NTB) layak menjadi etalase energi bersih dan pariwisata berkelanjutan Indonesia di wilayah timur, mengingat besarnya potensi yang dimiliki daerah tersebut.

“NTB memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau, dan sinergi antara daerah serta mitra luar negeri harus menjadi langkah prioritas,” ujar Gusti Farid dalam Forum Sinergi bertema Membangun Sinergi untuk Pariwisata Berkelanjutan dan Energi Baru Terbarukan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi krusial dalam memperluas pasar dan memperkuat daya saing daerah. “Kemitraan dengan negara sahabat dan pelaku usaha global akan memberikan ruang inovasi yang lebih besar bagi NTB sekaligus membuka peluang investasi baru,” katanya.

Gusti Farid menyampaikan bahwa Mandalika yang menjadi lokasi forum telah berkembang pesat sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. “Mandalika kini semakin diperhitungkan di tingkat internasional. Momentum ini harus dimanfaatkan NTB untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata dan energi bersih,” tegasnya.

Ia turut menyoroti visi Makmur Mendunia yang diusung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, sebagai pintu masuk penting dalam memperluas jejaring global. “Visi ini menawarkan peluang kerja sama internasional yang luas, baik melalui skema PPP, FDI, maupun kemitraan inovatif lainnya yang mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.

Gusti Farid juga menekankan bahwa membangun kemitraan dalam dan luar negeri tidaklah sederhana mengingat beragamnya karakteristik daerah di Indonesia. “Forum Sinergi hadir sebagai platform konkret untuk mempertemukan potensi daerah dengan mitra global, memastikan kolaborasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain ketua BKSP, sejumlah anggota DPD RI dari berbagai daerah turut menyampaikan pandangan terkait pentingnya penguatan diplomasi daerah. Mereka menilai keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam jejaring internasional merupakan kunci percepatan pembangunan sektor pariwisata dan energi bersih.

Para anggota juga menekankan perlunya keberpihakan dalam perluasan akses kerja sama internasional. Mereka menilai daerah-daerah seperti NTB harus memperoleh kesempatan yang lebih besar agar konektivitas global tidak hanya tersentralisasi pada wilayah-wilayah besar.

Kepala Bappeda NTB, Iswandi, menyambut baik dorongan dari BKSP DPD RI, terutama mengingat kondisi fiskal NTB yang tengah menurun akibat pemotongan dana transfer daerah. Menurut Iswandi, forum kerja sama seperti ini menjadi sangat strategis dan membuka peluang baru di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Dengan fiskal yang terbatas, forum seperti ini membuka peluang baru yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Forum Sinergi BKSP DPD RI tersebut dihadiri puluhan anggota DPD RI, tiga perwakilan duta besar negara sahabat, sejumlah kepala daerah, serta organisasi pengusaha di NTB.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik