Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pariwisata memperkuat arah promosi pariwisata Indonesia menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah. Melalui strategi komunikasi yang menekankan pengalaman, kebersihan, dan tanggung jawab sosial, Kemenpar ingin memastikan promosi pariwisata tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas destinasi dan citra Indonesia di mata dunia.
"Ke depan, tren pariwisata adalah tentang pengalaman. Wisatawan mencari experience, bukan sekadar tempat. Karena itu, pelayanan dan ekosistem pariwisata kita harus naik kelas," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam sesi live talkshow bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) di akun Instagram Forwaparekraf.
Perbincangan itu menjadi bagian dari Forwaparekraf Tourism Week yang berlangsung sejak 22 Oktober. Dalam sesi yang dipandu Ketua Forwaparekraf Tiara Maharan, Ni Made menyoroti pentingnya kebersihan dan higienitas sebagai fondasi dasar industri pariwisata.
"Kebersihan itu keharusan. Orang berwisata ingin mendapatkan pengalaman terbaik. Kalau tidak bersih, berarti belum naik kelas," ujarnya.
Menurut Ni Made, keberlanjutan tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan antara alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. "Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan memakmurkan masyarakat. Tiga hal itu harus jalan bersama," katanya.
Kemenpar kini berfokus pada Program Unggulan Kementerian Pariwisata 2025 yang menjadi arah transformasi menuju pariwisata masa depan. Ada lima fokus utama. Pertama, transformasi digital melalui Tourism 5.0 dengan penerapan kecerdasan buatan untuk membantu wisatawan menemukan destinasi berkelanjutan. Kedua, penguatan subsektor gastronomi, bahari, dan wellness tourism yang menjadi bagian dari inisiatif Pariwisata Naik Kelas.
Ketiga, penyelenggaraan event bertaraf global dengan kekayaan intelektual Indonesia untuk memperkuat identitas dan daya saing kreatif bangsa di panggung dunia. Keempat, pengembangan desa wisata berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Kelima, penguatan kebersihan dan higienitas destinasi sebagai kelanjutan dari Gerakan Wisata Bersih yang kini telah menjadi praktik baku di banyak daerah wisata.
Menurutnya, pariwisata dunia sedang mengalami perubahan arah. Wisatawan tak lagi sekadar mencari tempat indah, melainkan juga nilai, makna, dan kontribusi.
"Kita ingin pariwisata Indonesia dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena cara kita menjaga dan menghargai yang kita miliki," kata Ni Made.
Kemenpar juga memperkenalkan kampanye komunikasi baru bertajuk Go Beyond Ordinary. Kampanye ini mengajak semua pihak untuk melihat pariwisata dengan cara baru, lebih sadar, lebih menghargai, dan lebih berdampak.
Ni Made menjelaskan bahwa inisiatif ini menekankan pentingnya berwisata dengan kesadaran, yakni pengalaman yang tak lagi diukur dari seberapa jauh perjalanan, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang ditinggalkan.
Semangat ini menjadi benang merah dengan kampanye Keep the Wonder di bawah payung Wonderful Indonesia, yang mengingatkan bahwa keajaiban alam dan budaya Nusantara hanya bisa bertahan jika dijaga bersama.
"Sustainability itu bukan tren. Ini komitmen jangka panjang. Kita ingin wisatawan, masyarakat, dan industri sama-sama peduli," tambahnya.
Untuk mendukungnya, Kemenpar menyiapkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu wisatawan memilih destinasi dan produk wisata ramah lingkungan. "Wisatawan bisa mencari destinasi yang pro-kelestarian. Kalau mereka paham nilainya, meski harganya sedikit lebih tinggi, mereka akan tetap memilih," kata Ni Made.
Ia menutup perbincangan dengan refleksi yang sederhana tapi kuat. "Tren wisata ke depan adalah keseimbangan antara pengalaman, keberlanjutan, dan tanggung jawab. Harga menjadi nomor dua ketika wisatawan sadar akan nilai dari pilihannya," tegasnya. (E-1)
Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI mendorong NTB menjadi etalase pariwisata berkelanjutan dan energi bersih global melalui Forum Sinergi 2025.
DESA Wisata Pentingsari yang berada di lereng Gunung Merapi tak cuma menawarkan pesona lanskapnya.
UII percaya bahwa pariwisata berkelanjutan bukan hanya tentang pelestarian alam, tetapi juga soal membangun hubungan lintas budaya yang saling menghargai.
Windrawan menyoroti keunggulan sektor pariwisata sebagai pelopor karena visibilitasnya yang tinggi dan daya tariknya bagi publik.
Peringatan Hari Bumi Internasional sebagai momentum penting untuk mengingatkan akan tanggung jawab menjaga kelestarian planet yang kita tinggali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved