Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KPK membawa Gubernur Riau Abdul Wahid ke Jakarta, pagi tadi. Gubernur dan sejumlah pejabat daerah berangkat melalui Bandara Sultan Syarif Kasim Dua Pekanbaru.
Keberangkatan Gubernur Riau Abdul Wahid diketahui dari petugas Ruang VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim Dua Pekanbaru. Menurut petugas, ada sekitar 18 orang yang masuk ke ruang VIP pukul 4 subuh. Mereka berangkat menggunakan pesawat Citilink sekitar pukul 6 pagi.
Sementara suasana aktivitas pemerintahan terlihat berjalan normal di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Aparatur sipil negara bertugas seperti biasa. Pengamanan di lokasi ini juga tidak ketat.
Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau Job Kurniawan yang masuk kantor tidak bersedia memberikan keterangan terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kepala Dinas PUPR Riau Arief Setiawan.(H-2)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (6/11), menggeledah rumah dinas Gubernur Riau Abdul Wahid
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) menerima total Rp2,25 miliar dari praktik pemerasan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) diduga menggunakan uang dari praktik pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau
KPK tengah mendalami dugaan pemerasan yang dilakukan Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) kepada sejumlah dinas selain PUPRPKPP di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
KPK menduga Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) sempat menaruh curiga saat hendak disergap dalam operasit angkap tangan (OTT) di Riau. Ia kemudian bersembunyi di sebuah kafe.
KPK mengungkapkan, dari operasi tangkap tangan atau OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, penyidik telah menyita uang senilai Rp1,6 miliar yang diduga merupakan jatah preman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Gubernur Riau Abdul Wahid dan delapan orang lain yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT).
Ketua DPR RI Puan Maharani merespons soal Gubernur Riau Abdul Wahid yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Gubernur Riau Abdul Wahid dan delapan orang lain yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT).
Ketua DPR RI Puan Maharani merespons soal Gubernur Riau Abdul Wahid yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons soal Gubernur Riau Abdul Wahid yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut status hukum mereka dibeberkan melalui konferensi pers. Masyarakat diharap bersabar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved