Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

KPK Harus Berani Sentuh Aktor Intelektual Dugaan Korupsi Whoosh

Devi Harahap
31/10/2025 13:19
KPK Harus Berani Sentuh Aktor Intelektual Dugaan Korupsi Whoosh
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti(MI/Usman Iskandar)

UPAYA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menyelidiki dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dinilai perlu dikawal ketat oleh publik agar tidak berhenti di tengah jalan.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menyatakan kekhawatirannya bahwa penyelidikan kasus dugaan mark up proyek strategis nasional itu akan berhenti tanpa menyentuh aktor intelektual di baliknya.

“(KPK) bisa langsung naik ke penyidikan, kemudian ditetapkan tersangkanya siapa. Tapi terbatas di situ, dilokalisir, tanpa menyentuh pelaku utama,” ujar Ray Rangkuti dalam keterangannya pada Jumat, (31/10).

Menurut Ray, publik perlu waspada agar penyelidikan ini tidak berakhir dengan kesimpulan bahwa tidak ditemukan pelanggaran hukum. Ia menilai, jika hal itu terjadi, maka dugaan keterlibatan pihak-pihak besar akan luput dari proses hukum.

“Bisa dinyatakan tidak ada apa-apa, tidak bisa dibuktikan pelanggaran hukum. Yang kita khawatirkan ini, padahal sinyal-sinyal yang disebutkan banyak orang terkait dugaan keterlibatan Jokowi agak masuk akal,” jelasnya.

Ray menegaskan, transparansi dan ketegasan KPK sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga antikorupsi itu. Ia mendorong agar KPK tidak ragu menelusuri aliran dana dan menjerat semua pihak yang terlibat, tanpa pandang bulu.

“Masyarakat berharap KPK tak gentar menyelidiki kasus ini karena proses penyelidikan juga sudah dilakukan sejak awal 2025,” pungkasnya. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya