Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) bersama koalisi masyarakat sipil menggelar Festival Hak Asasi Manusia (Festival HAM) 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Tahun ini, festival mengusung tema Orang Muda Merawat Beda: Jaga Demokrasi, Keadilan, Kebebasan, sebagai ruang perlawanan kreatif terhadap ancaman kemunduran demokrasi, meningkatnya eksklusivisme, serta berbagai tantangan pemenuhan HAM di Indonesia.
Festival HAM 2025 berangkat dari kesadaran bahwa keberagaman, kekuatan utama Indonesia, sedang menghadapi ujian serius. Data SETARA Institute (2023) mencatat 217 kasus pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) sepanjang 2023. Survei INFID 2021 bahkan menunjukkan 42,5% anak muda masih menganggap keyakinannya mayoritas dan cenderung intoleran terhadap kelompok lain, khususnya minoritas. Situasi ini diperburuk diskriminasi kebijakan, konflik sosial akibat krisis iklim, dan ketimpangan yang makin lebar.
Program Manager INFID Abdul Waidl menekankan bahwa festival HAM bukanlah perayaan atas kondisi HAM yang telah sempurna, melainkan respons orang muda terhadap dinamika sosial dan politik yang mengikis toleransi dan persatuan.
“Ini adalah ajakan untuk bertindak. Orang muda adalah agen perubahan yang siap merawat perbedaan, menjaga api demokrasi tetap menyala, dan mewujudkan Indonesia yang inklusif dan adil,” ujarnya.
Festival ini mengedepankan dialog, kolaborasi, dan aksi nyata. Generasi muda diajak menggaungkan nilai toleransi serta memperkuat partisipasi publik. Harapannya, langkah ini mampu menjadi awal terwujudnya keadilan di berbagai aspek kehidupan dan mendorong transformasi aspirasi ke arah kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Puncak festival ditandai dengan penyampaian rekomendasi kebijakan hasil diskusi dan dialog selama rangkaian acara. Rekomendasi ini diserahkan langsung kepada Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka, serta Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta Detrianov. Turut hadir pula aktivis dan seniman Melanie Subono serta Direktur Eksekutif INFID Siti Khoirun Ni’mah.
Dorongan kolektif anak muda antara lain: pengesahan RUU Masyarakat Adat, pencabutan perda diskriminatif, reformasi sistem pendidikan dengan realisasi 20% anggaran pendidikan, jaminan sosial bagi pekerja informal dan pekerja rumah tangga, serta pembukaan lapangan kerja formal yang adil. Mereka juga mendesak regulasi perlindungan data pribadi serta pembentukan ekosistem digital yang aman dan inklusif.
“Perwakilan parlemen telah mendengar secara langsung dan tuntutan ini valid, otentik dari keresahan orang-orang muda Indonesia. Tugas kita masyarakat sipil adalah terus mendorong agar aspirasi teman-teman muda ini betul-betul diimplementasi. Saya rasa mulai sekarang kita perlu untuk terus mengawal ini bersama,” pungkas Direktur Eksekutif INFID, Siti Khoirun Ni’mah. (E-3)
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Mafirion, mengkritik kebijakan penonaktifan sekitar 11 juta kepesertaan BPJS Kesehatan segmen PBI berpotensi melanggar ham
Liam, 5, dan ayahnya akhirnya dibebaskan dari pusat penahanan Texas setelah perintah darurat hakim federal. Kasus ini memicu kecaman nasional terhadap kebijakan ICE.
Gelombang protes imigrasi meluas di AS. Meski jatuh korban jiwa dan protes masif, hakim federal izinkan operasi imigrasi besar-besaran di Minnesota berlanjut.
Dalam koridor pembatasan HAM, tidak ada alasan untuk kepentingan nasional.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved