Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH Gerakan Nurani Bangsa Komaruddin Hidayat merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, yang menyebut Presiden Prabowo Subianto tidak akan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait demonstrasi ricuh pada akhir Agustus lalu.
Komaruddin enggan berbicara jauh soal keputusan Kepala Negara. Ia hanya menekankan jika TGPF dibentuk harus diisi oleh orang yang berintegritas. Selain itu, tim tersebut juga wajib menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti semua pihak.
"Kalau Presiden Prabowo membentuk tim pencari fakta, yang mesti dikawal bersama mereka mesti terdiri dari orang-orang yang berintegritas dan diterima masyarakat, lalu bekerja secara independen dan transparan. Ujungnya, jangan hanya sekadar rekomendasi di atas kertas," kata Komaruddin, dikutip Kamis (18/9).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus lalu.
Hal ini disampaikan Yusril usai bertemu Presiden setelah pelantikan Menko Polkam Djamari Chaniago dan sejumlah pejabat tinggi di Istana Negara, Selasa (17/9).
“Presiden menyambut baik pembentukan tim independen pencari fakta yang dilakukan enam lembaga negara HAM. Presiden mempersilakan tim itu bekerja secara independen, transparan, dan obyektif,” ujar Yusril.
Enam lembaga tersebut meliputi Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komnas Disabilitas, Ombudsman RI, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Yusril menekankan, lembaga-lembaga itu dibentuk berdasarkan undang-undang dan memiliki independensi yang lebih kuat dibandingkan TGPF bentukan Keppres.
Menurut Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, tim independen ini akan melakukan penyelidikan non-yustisial guna mengungkap berbagai aspek penyebab demonstrasi, termasuk dampaknya serta penanganan aparat.
Sebelumnya, mantan menteri agama sekaligus anggota Gerakan Nurani Bangsa, Lukman Hakim Saifuddin menyebut Presiden Prabowo setuju pembentukan TGPF. Klaim itu ia sampaikan usai menghadiri pertemuan Gerakan Nurani Bangsa dengan Presiden di Istana Merdeka, 11 Agustus lalu.
Namun, Yusril membantah klaim tersebut. Ia menegaskan, Presiden tidak pernah secara eksplisit menyatakan persetujuan. “Presiden hanya mengatakan bahwa usul itu masuk akal, bagus, dan perlu dipelajari dengan seksama,” ujarnya. (Faj/P-2)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
LANGKAH Presiden Prabowo Subianto yang aktif berkomunikasi lintas daerah, menjalin hubungan dengan kepala negara, hingga bersilaturahmi dengan para presiden terdahulu dinilai strategis.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu Presiden Jokowi dan SBY di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini mengikuti silaturahmi sebelumnya dengan Megawati.
Puan Maharani memberikan sinyal positif pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto pasca pertemuan Megawati di Istana Merdeka.
SUASANA haru dan antusiasme tinggi mewarnai acara open house Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
WACANA pemotongan gaji pejabat yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai logis sebagai langkah penghematan anggaran negara.
Wacana pemotongan gaji pejabat negara bukan hanya urusan angka atau penghematan, namun pernyataan politik yang benar-benar bisa menjadi politik simbolis atau otoritas moral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved