Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Pakar politik dari The Australian National University (ANU), Marcus Mietzner, mengingatkan bahwa ekspansi peran militer di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi membahayakan demokrasi di Indonesia.
Menurut Mietzner, langkah tersebut harus dipahami dalam konteks politisasi rezim, bukan semata-mata menghidupkan kembali dwifungsi ABRI ala Orde Baru.
“Apa yang dilakukan oleh Prabowo bisa membahayakan demokrasi, bisa membahayakan juga peran profesional TNI. Tapi itu sama sekali berbeda dengan konsep dwifungsi yang dipraktikkan pada awal zaman Soeharto,” katanya dalam peluncuran Jurnal Prisma edisi khusus bersama LAB 45 bertajuk “Hubungan Sipil-Militer di Tengah Krisis Demokrasi” di Jakarta, hari ini.
Marcus menjelaskan, pada masa Orde Baru, dwifungsi militer menempatkan TNI dan Polri (saat itu masih ABRI) sebagai aktor utama yang ikut menjalankan pemerintahan. Sedangkan dalam situasi saat ini, TNI lebih difungsikan sebagai alat untuk memperkuat konsolidasi kekuasaan presiden.
“Dwifungsi militer era Soeharto memberikan peran pemerintahan kepada ABRI secara keseluruhan. Yang menjadi aktor utama waktu itu adalah TNI, bukan Soeharto. Sementara di era Prabowo, TNI diposisikan bukan di depan, melainkan sebagai pembantu dalam upaya rezim mengonsolidasikan posisinya,” jelas Marcus.
Menurutnya, tujuan Presiden Prabowo bukanlah untuk menghidupkan kembali dwifungsi, melainkan memanfaatkan TNI agar tetap berada di bawah kendali presiden dan menopang kekuasaan.
“Tujuannya Prabowo bukan untuk mengembalikan dwifungsi karena itu bukan dalam agenda dan kepentingan dia. Sebagai seorang presiden, dia punya kepentingan supaya TNI tetap diposisikan di bawah kendali presiden,” tegas Marcus.
Selain itu, Ia mengingatkan agar diskursus publik jangan terjebak pada obsesi terhadap isu kebangkitan dwifungsi. Sebaliknya, yang lebih berbahaya justru terletak pada strategi politik baru yang menempatkan TNI dalam peran pendukung konsolidasi kekuasaan rezim.
“Prabowo menurut saya lebih canggih. Ini suatu konsep baru yang disesuaikan dengan zaman abad ke-21, di mana TNI bukan lagi ditempatkan paling depan seperti dwifungsi, tapi diberikan peran untuk memperkuat posisi seorang presiden dengan agenda konsolidasi kekuasaan,” tambahnya.
Senada dengan itu, peneliti dari Lab 45, Baginda Muda Bangsa, menilai bahwa fenomena militerisasi birokrasi yang mulai nampak telah berjalan seiring dengan menguatnya populisme.
“Militerisasi birokrasi beriringan dengan menguatnya populisme. Jadi ada kepentingan dari pemimpin sipil yang terpilih dengan narasi populis tadi untuk menjalankan kebijakan-kebijakannya secara cepat, dan biasanya dalam konteks demokrasi ini tidak berjalan,” ujar Baginda. (Dev/P-1)
Peran krusial Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dalam memastikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan pascabencana di Sumatra berjalan efektif.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan 5 konglomerat dinilai positif. Namun Indef menegaskan Indonesia Incorporated harus diwujudkan lewat kebijakan industri, bukan sekadar dialog.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Prabowo juga melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada prajuritnya yang terlibat dalam dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved