Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat. Perombakan ini justru menyisakan keraguan, terutama pada posisi strategis Menteri Keuangan.
“Reshuffle kabinet Prabowo Subianto tampaknya tidak membuat pemerintah semakin kuat. Pengganti menteri, khususnya menteri keuangan, kapasitasnya tidak setara dengan Sri Mulyani,” ujar Jamiluddin dalam keterangannya, Senin (8/9).
Menurutnya, penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berpotensi memicu kegelisahan pasar.
“Purbaya bukan sosok yang dikenal di bidang keuangan baik di dalam negeri, apalagi di luar negeri. Karena itu ada kekhawatiran pasar dalam negeri bergejolak, dan pelaku pasar sulit mempercayai kapasitasnya,” tegasnya.
Lebih jauh, Jamiluddin menyoroti persepsi publik bahwa Purbaya adalah orang dekat Menteri Koordinator Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. “Bagi kebanyakan orang, orang dekat Luhut dianggap kroninya Joko Widodo. Maka sebagian masyarakat yang anti Jokowi akan sulit menerima Purbaya,” katanya.
Ia juga menambahkan, minimnya rekam jejak internasional membuat dunia luar meragukan kapasitas Purbaya. Hal itu bisa berimplikasi pada menurunnya kepercayaan global terhadap Indonesia, termasuk dalam hal pemberian pinjaman.
Meski demikian, Jamiluddin menilai ada sisi positif dari reshuffle ini. Penunjukan Ferry Juliantoro sebagai Menteri Koperasi dan UKM dinilai tepat karena menggantikan Budi Arie, sosok yang memang banyak didorong publik untuk diganti.
“Ferry kemungkinan besar mendapat respon positif,” ucapnya.
Namun, pada pos lain, reshuffle dinilai kurang meyakinkan. Penggantian Abdul Kadir Karding dengan Mukhtarudin di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, menurut Jamiluddin, rawan menimbulkan keraguan publik.
“Mukhtarudin sosok yang sangat tidak dikenal dan tidak punya kapasitas di bidang pekerja migran. Jadi masyarakat ragu kemampuannya,” jelasnya.
Untuk Kementerian Haji, Jamiluddin lebih optimistis. Ia menilai Menteri Haji Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anwar Simanjuntak memiliki kapasitas serta legitimasi organisasi karena mewakili NU dan Muhammadiyah.
“Dua sosok ini berpeluang besar diterima masyarakat, sehingga reaksi negatif kemungkinan minimal,” katanya.
Secara keseluruhan, Jamiluddin menilai reshuffle kali ini lemah di posisi Menteri Keuangan. “Padahal Menteri Keuangan sangat strategis dan dapat berpengaruh pada sektor lainnya,” pungkasnya. (Far/P-1)
PENGAMAT sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai secara etis Erick Thohir sebaiknya melepaskan jabatan Ketua Umum PSSI setelah resmi dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo.
SETELAH reshuffle pertama Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (9/9) pukul 09.08 WIB dibuka menguat 12,66 poin
PERKUMPULAN untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) menyambut baik penunjukan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi (Menkop) yang baru.
Pengamat Pangi Syarwi Chaniago menilai perombakan kabinet (reshuffle) seharusnya bisa diarahkan untuk menghadirkan menteri yang benar -benar bekerja keras demi kepentingan rakyat
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
KPK mengungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya atau KKP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono menerima uang gratifikasi sebesar Rp800 juta, berikut fakta-faktanya
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) meminta kemudahan regulasi pada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mendapatkan insentif pembebasan cukai etanol
MOODY'S Investors Service menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, tetapi tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2.
Purbaya mengatakan, saat ini jajarannya terus melakukan penelusuran terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga diindikasikan mangkir dari kewajiban pajak terhadap negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan terus meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved