Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengeklaim memperoleh informasi terbaru soal keberadaan Harun Masiku. Buronan kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu disebut-sebut terdeteksi di luar kota.
“(Terkait) Harun Masiku juga, penyidik dalam minggu-minggu ini sedang, sudah kembali ya dari luar kota untuk mencari (Harun masiku),” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Rabu (6/8).
Asep enggan memerinci lokasi keberadaan Harun, yang sempat disambangi penyidik. Informasi itu didapatkan dari laporan masyarakat.
“(Dikejar ke luar kota) karena ada informasi di suatu tempat (keberadaan Harun), sudah kita konfirmasi, sedang kita cari,” kata Asep.
KPK menegaskan Harun Masiku tetap diburu. Harun masih menjadi buronan dalam kasus dugaan suap pada proses PAW anggota DPR.
Status tersangka terhadap Harun tidak hilang meski mantan Sekjen PDIP Hasto Krisityanto mendapatkan amnesti. Asep memastikan proses pencarian Harun masih berlangsung. l
KPK beberapa mengeklaim mengetahui lokasi Harun Masiku. Misalnya saat sidang kasud perintangan penyidikan yang menjerat Hasyo pada Mei laku. Penyelidik KPK Arif Budi Raharjo mengaku sudah mengetahui posisi Harun Masiku. Namun, hingga saat ini ia masih belum berhasil ditangkap. (P-4)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggencarkan penggeledahan untuk mencari barang bukti dalam kasus dugaan pemerasan dalam proses seleksi calon perangkat desa di Kabupaten Pati.
KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dalam penggeledahan rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Riyoso.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan turut mencermati polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan publik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/2) setelah datang dan memulai penggeledahan di rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati Riyoso di Desa Ngarus Kecamatan Pati
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved