Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti, menyebut nama Amran Sulaiman dan Joko Widodo menjadi calon kuat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ia menilai hal itu semakin menguat jika H Isam akan masuk ke PPP. Menurutnya, mengambil alih PPP artinya menempatkan seseorang menjadi ketum PPP.
“Siapa kiranya? Jika berhubungan dengan H Isam, kemungkinannya ada dua nama, yakni Amran Sulaiman, dan Jokowi. Kedua nama ini potensial jadi caketum PPP berikutnya jika benar H Isam akan masuk ke partai ini,” ungkap Ray kepada Media Indonesia, hari ini.
“Mengapa Jokowi? Karena Jokowi saat ini membutuhkan labuhan untuk menggerakan visi politiknya. PSI tentu masih terlalu lemah dan kurang mengakar. Dibutuhkan parpol yang lebih besar dan mengakar,” paparnya.
Ray menegaskan bahwa PPP memenuhi sarat itu. Maka, jika haji Isam masuk, kemungkinan Jokowi akan didapuk sebagai caketum terbuka lebar.
Lalu, Ray menyebut menggaet PPP akan dengan sendirinya menempatkan posisi politik Jokowi kembali menguat.
Hal ini juga bisa menjadi bakal kenderaan politik bagi Gibran Rakabuming Raka, atau bahkan Bobby Nasution. Sehingga gabungan PPP dan PSI di 2029 akan sangat diperhitungkan.
Untuk Amran, kata Ray, membutuhkan 'izin' Prabowo untuk dapat menjadi caketum PPP.
“Mengingat posisi beliau sebagai menteri kabinet KIM, tidak banyak waktu luang untuk bekerja menaikan parpol ini,” tuturnya.
Padahal, PPP butuh pemimpin yang total mengurus partai sehingga dapat lolos kembali ke parlemen.
Langkah PPP dengan membuka pintu bagi pihak eksternal menjadi ketua umum dinilai sebagai jalan yang realistis. Sebagai partai yang gagal menembus Senayan pada Pemilu 2024, PPP membutuhkan cara yang inovatif agar dapat kembali ke parlemen.
Direktur Eksekutif Triaspols, Agung Baskoro, berpendapat apa yang ditempuh PPP saat ini bukan berarti kehilangan jati diri partai. Sebab, PPP memang harus kembali masuk parlemen karena untuk pertama kalinya gagal mendapatkan kursi sejak mengikuti kontestasi pemilihan legislatif saat Orde Baru.
“Jadi, apapun akan dilakukan, termasuk menaturalisasi kader-kader eksternal yang potensial menjadi ketua umum. Yang jelas ini ikhtihar yang dilakukan untuk memastikan PPP memenuhi ambang batas parlemen dan masuk kembali," jelasnya kepada Media Indonesia, Sabtu (31/5). (Ykb/P-1)
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono memastikan kubu Agus Suparmanto yang menjadi rival saat Muktamar X bakal dirangkul.
Mahkamah PPP menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di tubuh partai berlambang kakbah.
Kubu Agus Suparmanto mengajak kubu Muhammad Mardiono untuk duduk bersama dan bergabung dalam satu kepengurusan PPP.
Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Agus Suparmanto resmi mendaftarkan hasil Muktamar X yang menetapkan mantan Menteri Perdagangan itu sebagai Ketua Umum PPP
Muhamad Mardiono kembali memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah terpilih secara aklamasi dalam Muktamar PPP yang digelar di Ancol, Jakarta.
Agus Suparmanto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Muktamar X di Ancol, Jakarta akhir pekan lalu.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved