Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) masih menghadapi dualisme kepemimpinan usai Muktamar X. Di tengah kondisi tersebut, kubu Agus Suparmanto mengajak kubu Muhammad Mardiono untuk duduk bersama dan bergabung dalam satu kepengurusan demi menyongsong Pemilu mendatang.
Ajakan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PPP kubu Agus, Taj Yasin Maimoen, usai mendaftarkan berkas hasil Muktamar X ke Kementerian Hukum, Rabu (1/10).
"Kami ingin beliau (Mardiono) gabung dengan kami di pengurusan PPP untuk menyongsong pemilu yang akan datang. Kita wujudkan bahwa PPP harus masuk parlemen itu yang penting,” kata Yasin dikutip dari Antara, Rabu (1/10).
Menurut Yasin, ajakan itu sudah disampaikan melalui utusan kepada Mardiono. “Utusan-utusan kami sudah jalan ke sana, ya, kita tunggu jawabannya, beliau mau gabung di pengurusan atau tetap jadi kader partai, silakan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Yasin menyerahkan berkas hasil Muktamar X PPP, didampingi anggota tim formatur sekaligus mantan Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy.
“Yang baru kita daftarkan baru ketua umum dan sekretaris jenderal saja,” ucapnya.
Berkas yang diserahkan meliputi surat pengesahan AD/ART, SK, daftar hadir, foto, berita acara rapat formatur, hingga dokumentasi Muktamar X yang menetapkan Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum.
Selain itu, turut dilampirkan surat pengantar dari Mahkamah Partai sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan kepartaian. Yasin menyebut, berkas tersebut kini tinggal menunggu proses pemeriksaan dan pengesahan dari Kementerian Hukum.
“Kita tunggu, secepatnya kalau bisa, harapan kami, ya, secepatnya (disahkan),” kata dia.
Seperti diketahui, PPP menggelar Muktamar ke-10 di Ancol, Jakarta, akhir pekan lalu. Namun forum tersebut justru melahirkan dua klaim kepemimpinan. Pada Sabtu (27/9) malam, Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, mengklaim dirinya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum definitif periode 2025–2030.
Di sisi lain, muktamar yang sempat diwarnai kericuhan itu tetap berlanjut dan memutuskan Agus Suparmanto sebagai ketua umum.
Dengan demikian, kini terdapat dua kubu yang sama-sama mengklaim sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030, yakni Muhammad Mardiono dan Agus Suparmant (P-4).
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono memastikan kubu Agus Suparmanto yang menjadi rival saat Muktamar X bakal dirangkul.
Mahkamah PPP menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di tubuh partai berlambang kakbah.
Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Agus Suparmanto resmi mendaftarkan hasil Muktamar X yang menetapkan mantan Menteri Perdagangan itu sebagai Ketua Umum PPP
Muhamad Mardiono kembali memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setelah terpilih secara aklamasi dalam Muktamar PPP yang digelar di Ancol, Jakarta.
Agus Suparmanto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Muktamar X di Ancol, Jakarta akhir pekan lalu.
Muhamad Mardiono mengatakan ada orang baik yang memfasilitasi rekonsiliasi PPP antara kubunya dengan kubu Agus Suparmanto.
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) terbaru untuk kepengurusan PPP.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono memastikan kubu Agus Suparmanto yang menjadi rival saat Muktamar X bakal dirangkul.
Kubu Agus Suparmanto akan melakukan langkah politik, langkah administrasi, dan gugatan hukum bila diperlukan agar Menkum membatalkan SK tersebut.
Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Agus Suparmanto resmi mendaftarkan hasil Muktamar X yang menetapkan mantan Menteri Perdagangan itu sebagai Ketua Umum PPP
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved