Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya memberantas peredaran narkotika di Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait berhasil memusnahkan ladang ganja seluas ±5,7 hektar di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Operasi ini mengamankan dan memusnahkan lebih dari 8.500 batang pohon ganja, dengan estimasi berat mencapai 3 ton ganja basah.
Menurut Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, pemusnahan ladang ganja dilakukan di tiga lokasi strategis: Dusun Alue Garot, Dusun Alue Ie Mudek, dan Dusun Lhok Drien, yang semuanya berada di ketinggian sekitar 215 meter di atas permukaan laut.
Operasi ini merupakan hasil sinergi antara Kanwil Bea Cukai Aceh, BNN Provinsi Aceh, BNN Kota Lhokseumawe, serta dukungan penuh dari Polres Lhokseumawe, Kodim 0103/Aceh Utara, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara, Diskominfo Kota Lhokseumawe, dan perangkat desa setempat.
Tidak hanya memusnahkan ladang ganja, Bea Cukai Lhokseumawe juga mengambil langkah lanjut melalui program alih fungsi lahan. Eks lokasi ladang ganja langsung ditanami benih jagung sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Bibit ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Aceh Utara sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam penanganan narkotika melalui penguatan sektor pertanian legal.
“Langkah ini bukan hanya tentang pemusnahan ganja, tapi juga menciptakan solusi jangka panjang yang melibatkan masyarakat. Kami ingin wilayah ini menjadi contoh dalam pemulihan dan pemberdayaan pasca-operasi narkotika,” ujar Vicky Fadian.
Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba di Aceh, menjaga perbatasan dari ancaman narkotika, serta memperkuat kerja sama lintas sektor guna menciptakan masyarakat yang aman dan produktif.
ESKALASI bencana berupa banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) tidak dapat disederhanakan sebagai fenomena cuaca biasa.
Banjir kali ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya karena pembukaan lahan hutan semakin masif.
Larangan tersebut dikeluarkan dengan tegas setelah melalui hasil kajian bahwa di Bali alih fungsi lahan pertanian semakin terstruktur, sistematis dan masif.
KOMISI XII DPR mendorong Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah lebih berani dalam merespons rangkaian bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
BENCANA yang kini tengah melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sangat mungkin terjadi di wilayah Jawa Barat, bahkan bisa lebih parah.
Kementerian ATR/BPN mencatat Indonesia memiliki lahan baku sawah seluas 7,38 juta hektare yang terancam alih fungsi,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved