Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUKUNGAN untuk meningkatkan keterwakilan perempuan pada sektor politik harus konsisten diperkuat demi mewujudkan nilai-nilai kesetaraan dalam setiap kebijakan yang diterapkan.
"Kebijakan yang mengharuskan daftar calon legislatif harus memenuhi ketentuan 30% perempuan memang sudah diterapkan. Namun untuk memenuhi aturan itu juga tidak mudah dengan sejumlah tantangan yang ada," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/4).
Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan secara umum angka keterwakilan perempuan di DPR RI hanya sedikit mengalami peningkatan dari 20,5% di 2019 menjadi 21,9% pada 2024.
Pada dua pemilu terakhir itu capaian tertinggi keterwakilan perempuan di DPR RI yang diukur melalui indeks prestasi keterwakilan perempuan (jumlah kursi perempuan terpilih di satu partai dibagi perolehan kursi partai bersangkutan) tercatat 32,20% dan 28,99%.
Kedua capaian keterwakilan perempuan tertinggi dalam dua pemilu terakhir itu diraih oleh Partai NasDem.
Menurut Lestari, berdasarkan catatan KPU tersebut terlihat bahwa nilai-nilai kesetaraan untuk mewujudkan emansipasi perempuan yang diperjuangkan RA Kartni di masa lalu masih relevan untuk terus diperjuangkan.
Sejumlah pengamat, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, mengungkapkan, kondisi tersebut mencerminkan bahwa mayoritas partai politik dan masyarakat belum memahami pentingnya untuk mewujudkan kesetaraan gender di bidang politik.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah mengungkapkan, bila komposisi perempuan terus ditingkatkan pada bidang politik dan pengambil keputusan, kebijakan yang dilahirkan juga akan jauh lebih baik.
Memperjuangkan peningkatan keterwakilan perempuan di sektor politik, jelas Rerie, harus diwujudkan dengan langkah nyata yang mampu memberi pemahaman pentingnya nilai-nilai kesetaraan diterapkan dalam pengambilan keputusan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, semua pihak dapat berperan aktif dalam upaya meneruskan perjuangan RA Kartini untuk mewujudkan emansipasi perempuan di negeri tercinta ini. (*/I-2)
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Revitalisasi sekolah di Indonesia tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi.
Kekerasan yang paling banyak dialami perempuan dengan disabilitas adalah kekerasan psikis 148 kasus (37,76%), kekerasan seksual 122 kasus (31,12%), kekerasan fisik 90 kasus (22,96%).
Memasuki musim hujan lokasi ditemukannya fosil gajah purba di Patiayam itu rawan tergenang air yang bisa merusak fosil bersejarah itu.
Rerie mengatakan, memperjuangkan hak adalah bagian dari menjalankan amanat Konstitusi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Yang lebih mendesak adalah menyamakan persepsi antara pengusul, BPKH, dan Baleg DPR RI mengenai bentuk dan karakter kelembagaan BPKH ke depan.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Anggota DPR Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan bahwa Indonesia kini resmi memasuki babak baru dalam sistem hukum pidana.Hal ini ditandai dengan mulai berlakunya KUHAP baru
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved