Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sekaligus Satgas Pangan Polri melanjutkan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor satu MinyaKita di PT Binamas Karya Fausta, Cakung, Jakarta Utara. Kegiatan ini dilakukan setelah menyidak distributor dua di PT Jujur Sentosa, Tangerang, Banten.
Dalam sidak ini Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Moga Simatupang, dan para penyidik. Mula-mula, mereka melihat proses pengemasan MinyaKita ke dalam pouch baik ukuran 1 liter maupun 2 liter.
Minyak tersebut dikemas oleh mesin yang telah diatur ukurannya ke dalam kemasan pouch. Kemudian, mesin menutup kemasan pouch yang telah terisi minyak. Setelah itu, bergeser sampai ke tahap akhir memasukkan ke dalam kardus oleh para karyawan.
Helfi membuka kemasan pouch ukuran 1 dan 2 liter untuk membuktikan sesuai atau tidak dengan takaran seperti yang tercantum pada label. Setelah diukur menggunakan gelas ukur pyrex, diketahui MinyaKita ukuran 1 dan 2 liter itu kurang dari takaran.
Seharusnya, MinyaKita kemasan 1 liter terdapat 1.000 mililiter, namun hanya 985 mililiter. Sementara itu, MinyaKita 2.000 mililiter berkurang 0,001 mililiter. Namun, Helfi mengatakan kekurangan ini masih dalam batas wajar.
"Kemasan pouch ukuran 1 liter, 2 liter di PT Bina Karya Fausta alhamdulillah aman, tidak ada yang di bawah batas toleransi," kata Helfi di lokasi, Rabu, 12 Maret 2025.
Helfi menjelaskan batas toleransinya 0,97 dari 1 liter yang tertera di label kemasan. Di sisi lain, Helfi memastikan penjualan bahan baku MinyaKita dari produsen juga telah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp13.500 per liter.
Lebih lanjut, Helfi mengatakan PT Binamas Karya Fausta mendapatkan bahan baku dari PT Smart sebayak 150 ton per hari. Kemudian, memproduksi kurang lebih 15 ribu karton per hari.
"Kemudian, didistribusi langsung ke pengecer, kurang lebih ada 20 sampai 30 di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat," ujar Helfi.
Helfi berharap produsi dan distribusi MinyaKita tepat. Ia mewanti-wanti jangan sampai ada kekosongan karena keterlambatan distribusi. Sebab, sangat dibutuhkan masyarakat.
Sementara itu, Owner PT Binamas Karya Fausta, Edwin mengatakan kekurangan 15 mililiter dari MinyaKita kemasan 1 liter terjadi karena mesin yang terkadang kesalahan teknis. Namun, dia memastikan mesin itu sudah diatur ulang agar tidak terjadi lagi kekurangan takaran.
"Kadang-kadang ada yang lebih, kadang-kadang ada yang kurang seperti itu," ujarnya. (H-4)
Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan) menegaskan sikapnya untuk menghormati seluruh proses penegakan hukum yang tengah dijalankan aparat penegak hukum
Selain tiga tersangka, ada dua terpidana dalam kasus ini.
Skuad Merah Putih langsung menunjukkan perbedaan kualitas sejak partai pertama.
Ade Safri menyebut penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti yang terkait dengan penawaran umum perdana atau IPO sebuah saham.
Rizki menyebut pemeriksaan dilakukan dalam tahap penyidikan. Artinya, polis telah mengantongi ada unsur pidana dalam kasus ini.
Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait laporan dugaan penghinaan adat Toraja. Ia mengaku telah meminta maaf dan mengikuti proses hukum.
Kepala Dinkopdag Temanggung Entargo Yutri Wardono menjelaskan, cek volume dilakukan untuk memastikan antara tulisan di kemasan dengan volume sebenarnya.
POLRES Malang Kota, Jawa Timur, bakal menindak praktik kecurangan Minyakita dengan memeriksa agen dan distributor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved