Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengungkap tingkat kepuasan mayarakat terhadap kinerja Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tertinggi kedua. Angkanya bahkan melampaui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan hasil survei tersebut didapatkan dari responden yang mengaku mengenal lima menteri dengan tingkat popularitas tertinggi.
"Yang tingkat kepuasannya di atas 90% berada di peringkat kedua, yakni Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet. Lagi-lagi populer di kalangan pendukung Prabowo, termasuk juga kalangan ibu-ibu," kata Burhanuddin dalam rilis survei secara daring melalui akun YouTube Indikator Politik Indonesia, Selasa (28/1).
Burhanuddin memerinci tingkat kepuasan kinerja Mayor Teddy mencapai 90,1%. Sementara Sri Mulyani hanya 89,7%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menempati urutan ketiga menteri dengan tingkat kepuasan kinerja tertinggi, diikuti Menteri BUMN Erick Thohir pada urutan keempat dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Adapun, menteri dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar. Angkanya mencapai 92,8%. Menurut Burhanuddin, penurunan biaya perjalanan haji yang menjadi kebijakan dari Presiden RI Prabowo Subianto memiliki efek terhadap hasil survei tersebut.
"Yang kedua mungkin karena beliau juga menjabat sebagai Imam Besar Istiqlal, jadi punya efek positif. Kami sudah cek tingkat kepuasan kalangan Kristen juga tinggi, mungkin waktu kedatangan Paus (Fransiskus), beliau juga positif pemberitaannya," kata dia.
Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap kinerja menteri Kabinet Merah Putih sangatlah mendasar, yakni perlunya faktor populer di kalangan masyarakat. Publik, kata dia, akan sulit memberikan evaluasi jika menteri tidak dikenal. Oleh karena itu, hal tersebut juga menjadi catatan bagi para menteri.
"Bagaimana mau membantu Presiden Prabowo kalau dirinya saja tidak dikenal publik, jadi ini kira-kira PR buat para menteri. Yang paling mendasar, menterinya dikenal atau tidak. Kalau tidak kenal, bagaimana mereka tahu kinerjanya sebagai menteri?" tandasnya. (Z-11)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah cepat Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya dalam meluruskan hoaks dan disinformasi sebagai respons krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa produk asal Amerika Serikat (AS) tetap wajib memenuhi ketentuan sertifikasi halal sebelum beredar di Indonesia.
Sedia payung sebelum hujan, Seskab Teddy menegaskan Indonesia siap hadapi dinamika tarif impor Donald Trump pasca-putusan MA Amerika Serikat.
Masyarakat Jakarta memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi dari daerah lain, Akibatnya, menurut Chico, warga Jakarta lebih kritis dan tidak mudah puas terhadap sesuatu.
Dia menilai bahwa Presiden Prabowo bekerja tulus membangun Indonesia demi mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain di dunia.
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo tak lepas juga dengan kebijakan populis, seperti makan bergizi gratis.
Denny menilai, pada tahun pertama kepemimpinan Prabowo, telah banyak program utama yang diluncurkan untuk menyasar sektor strategis.
Di akhir masa jabatannya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, mencapai 80,8%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved