Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN RI (Polri) telah membekukan dan menyita sejumlah aset para tersangka judi online (judol) dengan situs H5 GF777. Nilainya mencapai Rp47 miliar.
"Dalam kasus ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil melakukan pembelian dan penyitaan terhadap enam penyedia jasa pembayaran," kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji kepada wartawan dikutip Selasa (21/1).
Dia merinci enam penyedia jasa pembayaran itu antara lain PT Triusaha Berkat atau Lingku senilai Rp3.780.187.000, PT Durian Pay Indonesia senilai Rp27.233.102.000, PT MC Payment atau I4T senilai Rp5.012.713.462, PT OYE Indonesia senilai Rp791.191.139, PT Payhere Nusantara Internasional senilai Rp987.746.480, dan PT CTXG Indonesia sejumlah Rp9.240.552.917.
"Total yang telah dibekukan dan disita dari website judi online H5 GF777 sejumlah Rp47.45.492.998," beber jenderal polisi bintang satu itu.
Himawan mengatakan pihaknya menangkap dua pelaku dalam kasus perjudian daring dengan website H5 GF777 itu. Situs judol ini disebut beroperasi secara nasional dan internasional dengan jenis permainan slot, kasino, hingga judi bola
Kedua tersangka itu berinisial MIA dan AL. Himawan mengatakan tersangka AL ditangkap dan ditahan lebih dahulu oleh Polda Meteo Jaya pada 13 November 2024. Namun, kala itu kasusnya perjudian daring dengan website Sule 99.
"Jadi H5 GF777 juga terafiliasi dengan website Sule 99," ujar Himawan.
Ia menyebut AL merupakan Direktur PT Giat Melangkah Maju (GMM). Perusahaan tersebut digunakan sebagai merchant untuk website perjudian online H5 GF777 sebagai metode deposit untuk bermain judi online.
"Dari tersangka AL juga diamankan satu unit handphone dan satu buah kartu NPWP atas nama AL sebagai barang bukti," ucapnya.
Sedangkan, tersangka MA telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri sejak 17 Desember 2024. Himawan menyebut dari tersangka MA juga disita satu unit handphone sebagai barang bukti.
Adapun, peran tersangka MIA sebagai Direktur PT TDL atau Teknologi 88. Sama halnya dengan PT GMM, PT TDL ialah perusahaan yang digunakan sebagai merchant untuk website perjudian online H5 GF777 sebagai metode deposit bermain judi online.
Kedua tersangka dijerat Pasal 45 Ayat 3 Juncto Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Kemudian, Pasal 82 dan atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tidak Pidana Transfer Dana dan atau Pasal 3, Pasal 4 , Pasal 5 Juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan atau Pasal 303 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun. (Yon/I-2)
Terdakwa kasus dugaan peredaran narkoba di dalam penjara, Ammar Zoni, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ada upaya penguasaan diam-diam atas aset yang seharusnya dilelang untuk negara.
Jaksa Agung ST Burhanuddin perintahkan pendataan barang sitaan kasus korupsi setelah ditemukan jaksa menggunakan aset sitaan, termasuk apartemen, untuk kepentingan pribadi.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan OTT di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Dalam kasus ini, Abdul dan Edy merupakan pihak pemberi suap. Sementara itu, Dwi, Agus, dan Askop merupakan tersangka penerima suap.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
Ia mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 25.912 rekening.
Para sindikat pelaku bertemu kacab bank dan menjelaskan cara kerja serta peran masing-masing. Mulai dari persiapan pelaksanaan, eksekusi, hingga tahap timbal balik hasil.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menegaskan bank wajib memberikan informasi kerahasiaan nasabah jika diminta oleh aparat penegak hukum.
PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan pihaknya telah membuka kembali lebih dari 28 juta rekening yang sebelumnya dibekukan sementara.
Pemblokiran itu dilakukan lantaran rekening yang tidak aktif rawan dipakai pihak-pihak tertentu untuk perbuatan kriminal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved