Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi melantik Dewan Pengawas (Dewas) KPK di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12). Ketua Dewas KPK Gusrizal menegaskan pihaknya ingin menjaga muruah KPK.
Dia membeberkaan bahwa dewas juga merupakan orang KPK. "Saya ingin menjaga marwah KPK. Sebetulnya Dewas ini kan insan KPK juga. Satu bagian tidak terpisah dengan pimpinan KPK, cuma bagian kami ada masalah tentang pengawasan kode etik terhadap pimpinan maupun insan KPK tersebut," ucap Gusrizal.
Untuk periode ke depan, dia mengaku akan berdiskusi terlebih dahulu dengan jajarannya agar sinkron dengan yang dilakukan oleh pimpinan KPK. "Jangan sampai terjadi antara ketidakcocokan antara pimpinan KPK dengan Dewas," paparnya.
Maka dari itu, Gusrizal ingin Dewas dan pimpinan KPK bekerja sama dengan baik. Dia juga ingin melibatkan pimpinan KPK untuk ikut membantu mengawasi.
"Oleh sebab itulah kita kerja sama yang terbaik. Jika perlu kita ikut sertakan pimpinan KPK tersebut untuk ikut mengawasi pelaksanaan tugas kode etik, bukannya tugas Dewas saja,” ujarnya.
“Jadi kita kerja sama dengan mereka, jangan sampai jadi pelanggaran terhadap kode etik tersebut," tandas Gusrizal. (J-2)
Terdapat 130 masalah aktual di tubuh Korps Bhayangkara. Reformasi Polri harus dimulai dari level pendidikan. Kapolri menegaskan sejumlah program perbaikan dijalankan.
Yonathan mengatakan praktik rasuah sudah terjadi di semua lembaga dari level atas sampai bawah. Mulai dari legislatif, eksekutif, dan yudikatif
KPK ungkap perusahaan keluarga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kuasai proyek makan pasien di 3 RSUD.
KPK mengungkap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai bukti modus rasuah di Indonesia semakin kompleks.
KPK tengah mencari bukti-bukti lain untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek tender yang melibatkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
Fadia Arafiq diduga menggunakan perusahaan milik keluarganya untuk memenangkan proyek pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
KPK mengungkap bahwa suami dan anak dari Fadia Arafiq turut menerima uang hasil dugaan tindak pidana korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved