Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKADEMI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) adalah lembaga pendidikan untuk calon perwira TNI dari tiga matra (Angkatan Darat, Laut, dan Udara). Sejak 1999, AKABRI diubah menjadi Akademi TNI yang terdiri dari AKMIL (TNI AD), AAL (TNI AL), dan AAU (TNI AU).
Setiap akademi dipimpin gubernur akademi berpangkat jenderal bintang dua. Komandan Akademi TNI memimpin seluruhnya dengan pangkat jenderal bintang tiga.
Pendidikan Politeknik Ilmu Militer di Akademi TNI ditempuh selama 4 tahun. Seluruh Taruna Akademi TNI menjalani pendidikan militer dan pendidikan umum setara dengan Diploma IV, dengan gelar Sarjana Sains Terapan Pertahanan (S.S.T.Han).
Pada 2017, gelar ini berubah menjadi Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han) hingga sekarang. Gelar ini juga setara dengan gelar sarjana strata 1 (S1) dari perguruan tinggi lainnya.
Pendidikan di Akademi TNI lebih terfokus pada pembentukan perwira TNI, yang mengintegrasikan ilmu militer dan pendidikan umum. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan Akademi TNI tidak hanya memperoleh gelar sarjana, tetapi juga secara otomatis diangkat menjadi bagian dari TNI dengan pangkat perwira pertama, yaitu Letnan Dua (Letda), dan siap untuk bertugas di satuan masing-masing.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi TNI, lulusan sarjana langsung bergabung dengan TNI. Mereka diangkat sebagai perwira pertama dengan pangkat Letnan Dua (Letda) di salah satu matra TNI, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, atau Angkatan Udara, tergantung pada pilihan jurusan mereka.
Selanjutnya, mereka akan menjalani pelatihan militer lanjutan dan mulai bertugas sesuai dengan penugasan di satuan masing-masing. Dengan demikian, lulusan Akademi TNI tidak hanya mendapatkan gelar sarjana, secara otomatis menjadi bagian dari TNI dengan status sebagai perwira aktif.
Akademi TNI menggabungkan pendidikan militer dan umum untuk menghasilkan perwira yang siap berkontribusi pada TNI dan negara. (Berbagai sumber/Z-3)
Lima tokoh lulusan Akademi TNI yang memberikan kontribusi besar dalam militer dan politik Indonesia.
Para taruna Akabri mendapatkan uang saku selama pendidikan, berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.
Ingin masuk Akabri? Simak tahapan seleksi, syarat masuk, hingga proses pendidikan di Akademi TNI, mulai dari administrasi, tes kesehatan, hingga pendidikan lanjutan.
Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) dan Akmil (Akademi Militer) sering disamakan, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar.
AKABRI didirikan pada 16 Desember 1965 untuk menyatukan pendidikan militer bagi TNI AD, AL, dan AU, dengan tujuan menciptakan perwira yang profesional dan menjunjung integrasi.
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada prajuritnya yang terlibat dalam dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved