Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKADEMI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) adalah lembaga pendidikan untuk calon perwira TNI dari tiga matra (Angkatan Darat, Laut, dan Udara). Sejak 1999, AKABRI diubah menjadi Akademi TNI yang terdiri dari AKMIL (TNI AD), AAL (TNI AL), dan AAU (TNI AU).
Setiap akademi dipimpin gubernur akademi berpangkat jenderal bintang dua. Komandan Akademi TNI memimpin seluruhnya dengan pangkat jenderal bintang tiga.
Pendidikan Politeknik Ilmu Militer di Akademi TNI ditempuh selama 4 tahun. Seluruh Taruna Akademi TNI menjalani pendidikan militer dan pendidikan umum setara dengan Diploma IV, dengan gelar Sarjana Sains Terapan Pertahanan (S.S.T.Han).
Pada 2017, gelar ini berubah menjadi Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han) hingga sekarang. Gelar ini juga setara dengan gelar sarjana strata 1 (S1) dari perguruan tinggi lainnya.
Pendidikan di Akademi TNI lebih terfokus pada pembentukan perwira TNI, yang mengintegrasikan ilmu militer dan pendidikan umum. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan Akademi TNI tidak hanya memperoleh gelar sarjana, tetapi juga secara otomatis diangkat menjadi bagian dari TNI dengan pangkat perwira pertama, yaitu Letnan Dua (Letda), dan siap untuk bertugas di satuan masing-masing.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi TNI, lulusan sarjana langsung bergabung dengan TNI. Mereka diangkat sebagai perwira pertama dengan pangkat Letnan Dua (Letda) di salah satu matra TNI, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, atau Angkatan Udara, tergantung pada pilihan jurusan mereka.
Selanjutnya, mereka akan menjalani pelatihan militer lanjutan dan mulai bertugas sesuai dengan penugasan di satuan masing-masing. Dengan demikian, lulusan Akademi TNI tidak hanya mendapatkan gelar sarjana, secara otomatis menjadi bagian dari TNI dengan status sebagai perwira aktif.
Akademi TNI menggabungkan pendidikan militer dan umum untuk menghasilkan perwira yang siap berkontribusi pada TNI dan negara. (Berbagai sumber/Z-3)
Lima tokoh lulusan Akademi TNI yang memberikan kontribusi besar dalam militer dan politik Indonesia.
Para taruna Akabri mendapatkan uang saku selama pendidikan, berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.
Ingin masuk Akabri? Simak tahapan seleksi, syarat masuk, hingga proses pendidikan di Akademi TNI, mulai dari administrasi, tes kesehatan, hingga pendidikan lanjutan.
Akabri (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) dan Akmil (Akademi Militer) sering disamakan, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar.
AKABRI didirikan pada 16 Desember 1965 untuk menyatukan pendidikan militer bagi TNI AD, AL, dan AU, dengan tujuan menciptakan perwira yang profesional dan menjunjung integrasi.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Dengan posisi yang masih berupa draf, pembahasan mendalam belum dapat dilakukan, apalagi untuk menentukan sikap politik lembaga legislatif.
Satgas TNI Komando Operasi (Koops) Habema berhasil menuntaskan operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia yang terisolasi selama tiga hari di Pos Tower 270, Distrik Tembagapura
Peserta juga mendapatkan pendalaman materi teknis sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved