Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA awal bulan Oktober 2024, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami beberapa penyesuaian.
Dalam artikel ini, kita akan membandingkan harga BBM dari beberapa merek terkenal, seperti Pertamina, Shell, Vivo, dan BP, berdasarkan angka RON (Research Octane Number) untuk bensin dan CN (Cetane Number) untuk diesel.
Baca juga : Turun Harga Pertamax, Gan! Berikut Daftar Lengkap Harga Terbaru

Perbandingan: Pertalite dari Pertamina jauh lebih murah dibandingkan dengan Revv 90 dari Shell, dengan selisih Rp 1.995.
Perbandingan: Pertamax dari Pertamina juga lebih ekonomis dibandingkan dengan Super, Revv 92, dan BP 92, dengan selisih antara Rp 190 hingga Rp 190.
Baca juga : Pertamina Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series Per 1 Oktober 2024
Perbandingan: Sekali lagi, Pertamax Green 95 dari Pertamina menawarkan harga yang lebih rendah, sekitar Rp 370 lebih murah daripada Revv 95 dari Vivo dan Rp 370 hingga Rp 370 lebih murah dibandingkan dengan V-Power dan BP Ultimate.
Perbandingan: Harga Pertamax Turbo dari Pertamina sedikit lebih murah dibandingkan dengan V-Power Nitro+ dari Shell, dengan selisih Rp 10.
Perbandingan: Dextlite dari Pertamina lebih murah dibandingkan dengan V-Power Diesel dari Shell, dengan selisih Rp 550.
Baca juga : Kabar Gembira! Harga BBM Nonsubsidi Turun
Perbandingan: Pertamina Dex menawarkan harga yang kompetitif dibandingkan dengan produk diesel lainnya.
Dari data yang telah diuraikan, terlihat bahwa Pertamina menawarkan harga BBM yang lebih kompetitif dibandingkan dengan merek lainnya. Untuk konsumen yang mengutamakan efisiensi biaya, Pertamina dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Meskipun demikian, masing-masing merek memiliki keunggulan dan fitur yang mungkin menarik bagi konsumen tertentu.
Dengan memahami perbandingan harga ini, diharapkan konsumen dapat membuat keputusan yang lebih baik saat memilih bahan bakar. (Z-10)
KABAR rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang diisukan mulai berlaku per 1 April 2026 memicu kepanikan warga di Kabupaten Sidoarjo.
Distribusi BBM dipastikan aman selama mudik Lebaran 2026 dengan armada tangki, SPBU kantong, dan sistem pengendalian distribusi terintegrasi di seluruh Indonesia.
Melalui sistem RTC, aktivitas penyaluran energi dipantau secara digital guna memastikan operasional mobil tangki berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan operasional perusahaan.
PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi BBM akan meningkat sebesar 7,6% pada arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/26.
PENGAMAT energi, Sofyano Zakaria meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap praktik penimbunan BBM yang terjadi di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra dan Aceh.
PERTAMINA Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara mulai memulihkan operasional puluhan SPBU yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumut.
Cek daftar harga BBM terbaru per 2 April 2026 di seluruh SPBU Indonesia. Simak rincian harga Pertamax, Shell Super, hingga BP Ultimate di sini
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
Yoki menjelaskan, salah satu dampak nyata dari penanganan perkara tersebut adalah PT PIS harus melepas kapal JMN.
SEJUMLAH stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang mulai dipadati warga. Kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan sesuai arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik non-subsidi maupun bbm bersubsidi.
Baron menyampaikan prioritas utama Pertamina saat ini adalah menyediakan energi dan mengoptimalkan rantai pasok untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved