Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo melantik 906 calon perwira remaja (Capaja) dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia dan Pelantikan Perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2024, di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7).
Dari 906 orang itu, sebanyak 417 di antarannya merupakan Capaja Akademi Militer (Akmil). Kemudian 129 Capaja Akademi TNI AL (AAL), 113 Capaja Akademi TNI AU (AAU), dan 247 Capaja Akademi Kepolisian (Akpol).
Sebelum dilantik, Jokowi mengambil sumpah para calon perwira TNI dan Polri tersebut.
Baca juga : Gaji TNI/Polri Resmi Naik, Terendah Rp1,7 Juta
"Bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-baiknya terhadap bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara 1945," ucap Jokowi yang diikuti seluruh perwira TNI dan Polri.
Jokowi juga menambahkan sumpah jabatan masing-masing bagi perwira TNI dan Polri.
"(Perwira TNI) Bahwa saya akan menegakkan harkat dan martabat perwira serta menjunjung tinggi sumpah prajurit dan sapta marga," kata Jokowi diikiuti seluruh perwira.
Baca juga : 2 Pendekatan untuk Penanganan Konflik Papua
"Bahwa saya akan memimpin anak buah dengan memberi suri teladan, membangun karsa, serta menuntun pada jalan yang lurus dan benar. Bahwa saya akan rela berkorban jiwa raga untuk membela nusa dan bangsa," imbuh Kepala Negara.
Terdapat empat perwira terbaik peraih Adhi Makayasa dari tiap Akademi Angkatan dan Kepolisian, yakni:
1. Letnan Dua Infanteri I Made Aditya Wahyu Palguna (Akmil)
Baca juga : Mensesneg Benarkan Jokowi Hadir di Rapim TNI Besok
2. Letnan Dua Pelaut Mochamad Irvan Sugianto (AAL)
3. Letnan Dua Penerbang Jofanka Hendhico Arintio (AAU)
4. Inspektur Polisi Dua Theodore Gomgom Octofarrel De Fatima (Akpol)
Bertindak sebagai Komandan Upacara, Kolonel Penerbang Yoyon Kuscahyono, Komandan Wing Taruna Akademi Angkatan Udara. Bertindak Sebagai Perwira Upacara, Brigadir Jenderal Heru Langlang Buana, Direktur Pendidikan Akademi TNI.
Pada upacara tersebut turut hadir Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin beserta Wury Ma'ruf Amin, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Z-11)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Bazar TNI menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga 15 persen lebih murah dari pasar untuk meringankan kebutuhan Lebaran masyarakat.
TNI tegaskan sistem peradilan militer tetap independen dan di bawah pengawasan Mahkamah Agung dalam sidang uji materi UU No. 31/1997 di Mahkamah Konstitusi.
Peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat dearah adalah wujud pengabdian Dan kecintaan TNI terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.
Mabes TNI buka suara terkait beredarnya Telegram Panglima TNI mengenai status Siaga 1. Simak penjelasan Kapuspen TNI soal pengamanan objek vital nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved