Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Bukan Insiden Biasa! Serangan Israel Dinilai Ancam Perdamaian Dunia

M Ilham Ramadhan Avisena
02/4/2026 17:25
Bukan Insiden Biasa! Serangan Israel Dinilai Ancam Perdamaian Dunia
PM Israel Benjamin Netanyahu.(MI)

SERANGAN militer Israel di Libanon Selatan yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB dinilai sebagai pelanggaran serius hukum internasional.

Peneliti HAM dan Reformasi Sektor Keamanan SETARA Institute Merisa Dwi Juanita menilai insiden tersebut tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga mengancam kredibilitas mekanisme perdamaian global.

Tiga prajurit yang gugur merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Selain korban meninggal, sejumlah personel lain dilaporkan mengalami luka berat.

Di balik duka tersebut, kritik keras diarahkan pada tindakan militer Israel. Menurut Merisa, serangan itu tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa di wilayah konflik, melainkan bentuk pelanggaran terhadap norma internasional yang telah disepakati.

"Serangan oleh pasukan militer Israel tersebut melanggar prinsip perlindungan personel penjaga perdamaian yang diatur dalam Kovensi Jenewa 1949, melawan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, dan mengancam perdamaian dunia dengan melemahkan kepercayaan terhadap mekanisme global negara-negara beradab," ujarnya dikutip dari keterangannya, Rabu (1/4).

Ia menekankan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian berpotensi melemahkan mandat misi PBB dan mengganggu stabilitas kawasan. Karena itu, PBB dinilai harus mengambil langkah tegas, mulai dari penyelidikan menyeluruh hingga pemberian sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Selain mendesak akuntabilitas global, peristiwa ini juga dinilai menjadi alarm bagi pemerintah Indonesia dan TNI untuk mengevaluasi sistem perlindungan personel di wilayah konflik berisiko tinggi. Peninjauan ulang aturan pelibatan, penguatan mitigasi risiko, hingga kesiapan evakuasi darurat disebut sebagai langkah yang mendesak.

Merisa menyatakan, keselamatan personel harus menjadi prioritas dalam setiap misi internasional yang diikuti Indonesia. "Keamanan dan keselamatan personel kita harus ditempatkan sebagai prioritas utama," tuturnya. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya