Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM liburan sekolah menjelang semester baru ini semakin banyak percobaan penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satu bentuk penipuan yang patut diwaspadai adalah penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.
Seperti yang diketahui, liburan sekolah yang biasanya dimulai pada akhir Juni hingga pertengahan Juli banyak dimanfaatkan oleh orang tua dan anak-anak untuk menghabiskan waktu bersama. Namun, tidak semua orang tua bisa menikmati momen ini karena masih harus bekerja.
Meski begitu, para orang tua tetap harus mengawasi kegiatan anak-anak dan waspada terhadap kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Kondisi ini sering membuat banyak orang lengah terhadap penipuan yang sering terjadi sepanjang musim liburan.
Baca juga : Pelaku Penipuan dengan Modus Like Video Youtube Kirim 15 Rekening ke Kamboja Melalui Ekspedisi
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Encep Dudi Ginanjar, mengungkapkan bahwa modus penipuan mengatasnamakan Bea Cukai yang paling banyak digunakan adalah penipuan berkedok online shop.
Data yang dihimpun Bea Cukai pada 2023 mencatat 4.614 pengaduan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai.
Tiga modus penipuan tertinggi adalah penipuan berkedok online shop (50,3%), penipuan berkedok kirim hadiah (27,9%), dan penipuan berkedok pengiriman barang melalui penumpang diplomatik (16,6%).
Baca juga : Rugi hingga Ratusan Miliar, 800 WNI Menjadi Korban Penipuan Online WN Tiongkok
Dalam penipuan berkedok online shop, pelaku sengaja menyasar pembeli barang secara online, baik pembelian dari luar negeri maupun dalam negeri.
Modus ini cukup variatif, mulai dari menawarkan barang bermerek, jasa titipan (jastip), hingga menjual barang yang berasal dari luar negeri dengan harga murah.
Encep merinci beberapa tips yang dapat dilakukan agar terhindar dari penipuan mengatasnamakan Bea Cukai:
Baca juga : Hati-hati! Penipuan Mengatasnamakan BPJS Kesehatan Lagi Marak di Depok
Berbelanja di Marketplace atau Online Shop Tepercaya: Pilih marketplace atau toko online yang terpercaya saat berbelanja.
Cek Status Barang Kiriman dari Luar Negeri: Bagi yang berbelanja dari luar negeri, penting untuk memeriksa status barang kiriman melalui situs resmi Bea Cukai di www.beacukai.go.id/barangkiriman.
Konfirmasi Informasi ke Bea Cukai: Jika ada keraguan atau indikasi penipuan, segera konfirmasi kebenaran informasi dengan Bea Cukai.
Baca juga : 9 Modus Penipuan dan Tips Menghindarinya
“Kondisi liburan seringkali dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada dan jangan sampai lengah. Apabila menyadari ada indikasi penipuan mengatasnamakan Bea Cukai, silakan mengonfirmasi ke Bea Cukai. Masyarakat dapat menghubungi pusat kontak Bravo Bea Cukai pada 1500225 atau menghubungi kanal media resmi Bea Cukai,” jelas Encep.
Bea Cukai telah menyediakan berbagai saluran komunikasi yang bisa dijangkau masyarakat, seperti email [email protected] dan media sosial resmi Bea Cukai, yaitu fanspage www.facebook.com/beacukaiRI, www.facebook.com/bravobeacukai, Twitter @BeaCukaiRI, Twitter @BravoBeaCukai serta Instagram @BeaCukaiRI.
Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. (Z-10)
Bea Cukai tidak menetapkan tenggat waktu khusus bagi perusahaan importir untuk melakukan re-ekspor, selama pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dan kooperatif.
Selama ini, sertifikasi AEO di Indonesia lebih banyak dimiliki oleh perusahaan manufaktur, sementara di sektor logistik jumlahnya masih terbatas.
DIREKTORAT Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan telah melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Bea Cukai Atambua melakukan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) berupa hasil tembakau/rokok ilegal sebanyak 11 juta batang.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan yang dianggapnya telah menunjukkan perbaikan kinerja.
Peruri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggelar prosesi Pengiriman Perdana Pita Cukai Desain Tahun 2026 di kawasan produksi Peruri, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/12).
Potensi ini kian menjanjikan melihat proyeksi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai US$ 109 miliar pada 2025.
Mulai bisnis kecantikan online? Temukan panduan lengkap, tips sukses, dan strategi pemasaran produk kecantikan digital di sini! Klik sekarang!
Tingkatkan penjualan online shop Anda! Dapatkan kata-kata promosi unik, menarik, dan terbukti efektif di sini. Raih lebih banyak pelanggan sekarang. lihat disini Selengkapnya
Dengan perkembangan teknologi dan semakin banyaknya pilihan online shop, belanja fashion kini menjadi jauh lebih praktis dan mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja.
BEA Cukai, sebagai instansi yang menghimpun penerimaan negara, seringkali dicatut namanya dalam beragam modus penipuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved