Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta buka suara terkait wacana duet Anies Baswedan dan Kaesang Pangarep di Pilkada DKI Jakarta 2024. Wacana duet ini muncul usai digaungkan oleh DPW PKB DKI Jakarta.
Ketua Desk Pilkada Jakarta dari PSI Justin Adrian menegaskan bahwa partainya belum berkomunikasi dengan PKB terkait Pilgub DKI Jakarta.
"Belum ada pembicaraan kita dengan PKB terkait duet Anies-Kaesang," kata Justin ketika dihubungi, Kamis (13/6).
Baca juga : Gibran Sambut Baik Usulan Duetkan Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta
Justin berujar, PSI dan PKB memang sempat menjalin komunikasi. Namun, komunikasi itu tak sama sekali membahas soal duet Anies-Kaesang.
"Komunikasi ada, tapi duet Anies-Kaesang tidak pernah kita bicarakan," ujar Justin.
Justin menegaskan bahwa pihaknya belum ada rencana mau mengusung sang Ketua Umum di Pilkada. Sebab, ia masih akan menjalin komunikasi dengan partai politik lainnya.
Baca juga : Kaesang Terima Kemungkinan Dipasangkan dengan Anies di Pilgub Jakarta
"Masih jauh lah kalau mengusung. Kita PSI masih mau ketemuan dan komunikasi juga dengan partai-partai lain, termasuk PDIP," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, DPW PKB DKI mengungkapkan bahwa partainya telah menjalin komunikasi dengan PSI terkait Pilkada Jakarta 2024.
Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengatakan, partainya telah mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur.
Baca juga : PKB Jakarta Resmi Dukung Anies di Pilgub Jakarta
Oleh karena itu, ia membuka peluang bagi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep untuk menjadi bakal calon wakil gubernur Jakarta mendampingi Anies.
"Kita terbuka dengan wakil gubernur siapapun. Siapapun kita terbuka termasuk dengan Mas Kaesang yang kemarin di media bahwa Mas Kaesang mau menjadi wakil Pak Anies," kata Hasbi di Kantor DPW PKB DKI Jakarta, Jakarta Timur, Rabu (12/6/2024).
Hasbi pun juga menegaskan bahwa PKB siap mendukung Kaesang jika ingin menjadi wakil gubernur Jakarta.
Baca juga : Dukungan PDIP ke Anies Dinilai Bisa Membendung Dominasi Jokowi di Pilgub Jakarta
"Kita juga bersedia kalau Mas Kaesang memang mau mencalonkan wakil gubernur DKI. Kita juga sudah komunikasi dengan PSI. Siapapun kita terbuka," ujar Hasbi.
"Insya Allah sikap PKB nggak berubah, sampai Agustus, sampai pencalonan. Mudah-mudahan kita bisa komunikasi dengan PSI, mudah-mudahan Anies-Kaesang," tambahnya.
(Z-9)
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2029 sangat kecil.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
PKB menyebut arah kebijakan tersebut sebagai penerapan ekonomi konstitusi yang berpijak pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
PKB mendukung langkah-langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Menurut Muhaimin, kepemimpinan Prabowo tidak hanya relevan untuk satu periode, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan.
Menurutnya, seorang tokoh agama memikul tanggung jawab moral yang besar untuk menjadi teladan bagi umat, bukan justru terlibat dalam tindakan kekerasan.
Isu utama menuju Pemilu 2029 bukanlah sekadar penghapusan PT
Hanif diharap memenuhi panggilan. Keterangan eks Menteri itu dibutuhkan untuk mendalami aliran uang terkait kasus Hery.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved