Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak menyurutkan antusias warga dalam memilih pemimpin yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun mendatang dalam Pemilu 2024.
Hujan yang dimulai dari semalam hingga pagi membuat air sungai meluap hingga menimbulkan banjir setinggi 1 meter lebih.
Tingginya air yang terus meningkat membuat beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) berpindah lokasi. TPS yang terdampak banjir ialah TPS 131, 137, dan 138 yang kemudian berpindah lokasi ke SD Negeri Kedoya Utara 09 Pagi.
Baca juga : TPS Kreo Banjir, BPBD Tangerang: Petugas harus Aktif Pantau Cuaca
Puluhan warga terdampak tampak antusias mengikuti pemilihan walau dengan celana yang basah hingga tidak beralaskan kaki.
“Ini kan lima tahun sekali, banjir juga kita hadapi, kita kan mau adanya perubahan pemimpin juga,” ungkap Yuliani, salah satu warga, Rabu (14/2)
Riuh pemanggilan nama warga untuk melakukan pemilihan bergemuruh di SD Negeri Kedoya Utara 09 tempat penampungan beberapa TPS karena banjir. Warga berjalan dengan suasana yang tertib dan mengikuti alur dengan baik. (Z-1)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved