Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mendapat bekal dari sejumlah ahli intelijen hingga mantan duta besar. Bekal itu untuk persiapan menghadapi debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang memiliki tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.
"Karena di kami itu ada kelompok diplomat, para mantan dubes, itu diskusi sendiri memberi masukan. Ada kelompok para ahli intelejen itu juga diskusi sendiri," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim di Solok, Sumatra Barat, Rabu (3/1).
Kendati demikian, Taslim tidak menyebut siapa saja sosok-sosok yang memberikan bekal tersebut. Ia hanya memastikan bahwa Anies bakal menyampaikan gagasan-gagasan yang bisa membuka pikiran publik.
Baca juga: Anies: Publik Butuh Dialog Bukan Spanduk Dimana-mana
"Timnas amin optimis debat putaran ketiga akan membuat masyarakat lebih terbuka pikirannya tentang siapa yang lebih baik," ucap Taslim.
Ia juga menekankan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto belum tentu unggul dalam debat meski ia merupakan Menteri Pertahanan. Ia yakin Anies bakal lebih menguasai pada aspek-aspek tertentu.
Baca juga: Anies Janjikan Perubahan dan Perbaiki Nasib para Keluarga
"Kalau unggul saya kira terlalu pagi untuk mengatakan siapa yang unggul. Namun, dari aspek luar yang kita lihat, Anies pasti jauh lebih menguasai," ujar Taslim.
Debat ketiga Pilpres 2024 digelar pada Minggu (7/1) ini. Debat tersebut akan diikuti oleh tiga capres yang berkontestasi. (Z-11)
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Core memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2025 akan lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024.
Pemilu serentak nasional terdiri atas pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, dan DPD RI.
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyoroti kompleksitas Pemilu serentak atau yang berlangsung bersamaan, terutama dalam konteks pemilihan legislatif dan presiden
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved