Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo berdialog dengan anak muda kalangan gen z dan milennial. Kegiatan tersebut dilakukan Ganjar di sela-sela safari politiknya di Jawa Tengah.
Awalnya, Ganjar menceritakan masa mudanya yang mengalami keterbatasan ekonomi. Keperluan yang diinginkan Ganjar tidak bisa diperoleh secara instan dan membutuhkan usaha serta proses kreatif.
"Waktu SMA, SMA saya swasta maklum tidak diterima di negeri. Terus saya ingat kok teman saya bagus-bagus sepatunya, kakak saya punya sepatu tapi sudah sobek, tidak dipakai, dia beli lagi terus saya minta. Maka saya tembel, saya jahit biar terlihat keren sebagai anak muda pada saat itu," ujar Ganjar mengutip keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (1/1).
Baca juga : Prabowo Berpotensi Terbebani di Debat Ketiga, Anies dan Ganjar Dimudahkan
Tidak hanya tentang sepatunya yang robek dan penuh tambelan, Ganjar juga mengungkapkan pernah mengenakan baju yang tidak lebih bagus dari teman-temannya. Eks Gubernur Jateng itu menyebut tidak pernah merasa malu dengan keadaan itu.
Baca juga : TPN Ganjar Desak Komnas HAM Usut Kasus Penganiayaan Relawan oleh TNI
"Maka masing-masing di antara kita beda. Terus kita malu? Tidak. Pakai baju teman kita lebih bagus, saya tidak, tidak malu waktu itu," ungkap Ganjar.
Ganjar kemudian mulai berpikir bahwa dia harus sekolah lebih tinggi hingga muncul proses kreatif untuk terus maju dan berkembang.
Ganjar juga menyampaikan kepada seluruh gen z dan milenial bahwa doa dan restu dari orang tua juga sangat penting untuk menuntun seseorang dalam menjalani kehidupan.
"Kemudian orang berproses. Proses orang seperti saya memang harus ada karena fasilitas terbatas. Yang ada di otak saya satu, sekolahnya harus tinggi dan semua itu tidak dipatahkan oleh keadaan. Kita bekerja keras, serius, spiritualnya minta restu orang tua," tutur Ganjar.
Salah satu peserta, Bella juga mengaku berasal dari keluarga kurang mampu dan mengatakan perjuangannya dalam melalui keterbatasan. Hingga hari ini, Bella mengembangkan proses kreatif dan menjadi artis muda TikTok Boyolali dengan jumlah 247 ribu followers di akun pribadinya.
Dia juga memiliki akun YouTube dan Instagram sendiri yang semuanya dimanfaatkan untuk mencari penghasilan, antara lain dengan iklan promosi berbayar dan kolaborasi jualan dengan sejumlah brand lokal.
Menurut Bella, program itu sangat berguna untuk anak muda seperti dirinya yang mengandalkan internet untuk
"Jaringan internet cepat gratis. Jadi ini penting sekali, apalagi sekarang di era digital, jadi internet itu penting sekali ya. Kami ingin anak milenial, anak pemuda ini difasilitasi. Jadi diberi ruang untuk mengekspresikan di dunia digital," jelas Bella. (Z-8)
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap tren unik Gen Z yang melibatkan orangtua dalam proses rekrutmen. Pakar peringatkan risiko "red flag" bagi karier dan kesehatan mental.
Faktor seperti desain yang instagrammable, konektivitas smartphone yang mulus, efisiensi bahan bakar, hingga harga yang kompetitif menjadi penentu utama.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved