Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENETAPAN status tersangka kepada Firli Bahuri atas kasus dugaan pemerasan terhadap bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan kesaksian Agus Rahardjo terkait adanya intervensi yang dilakukan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan penyidikan kasus mega korupsi KTP-E mesti jadi momentum untuk mengembalikan muruah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemilu 2024 menjadi titik tolak pengembalian muruah KPK.
Dalam acara Rosi yang ditayangkan di Kompas TV, Agus mengaku pernah diminta Presiden Jokowi untuk menghentikan penyidikan kasus KTP-E. Saat itu, ia menjabat sebagai Ketua KPK periode 2015-2019. Meski mendapat intervensi, pihaknya tetap melanjutkan proses penyidikan tersebut dan bahkan berhasil menersangkakan Ketua DPR RI Setya Novanto saat itu sebagai tersangka.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi atau Pukat Universitas Gadjah Mada Zaenur Rohman menilai keberanian dan independensi Agus serta KPK saat itu tidak terlepas dari Undang-Undang (UU) Nomor 30/2002 tentang KPK yang belum direvisi. Lewat UU tersebut, kelembagaan KPK bersifat independen dan tidak tunduk pada kekuasaan manapun.
Baca juga: Eks Penyelidik KPK Bongkar Borok Firli: Kerap Bocorkan Informasi OTT
"Akibatnya, Presiden dan DPR merevisi UU KPK karena ternyata KPK memang sangat susah untuk dikendalikan dan diintervensi sebelum 2019. KPK yang lama itu susah, karena ternyata Setnov tetap dilanjutkan kasusnya," ujar Zaenur kepada Media Indonesia, Jumat (30/12).
Lewat revisi UU pada 2019, Zaenur menilai KPK telah kehilangan independensinya lagi. Bahkan, skor indeks persepsi korupsi di Indonesia pada 2022 balik lagi seperti pada 2014 saat Jokowi pertama kali menjabat sebagai Presiden. Karut marut pemberantasan korupsi, sambungnya, juga tampak di internal KPK sendiri ketika beberapa komisionernya menjadi langganan diperiksa Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Baca juga: Firli Bahuri Datang ke Bareskrim dengan Bersembunyi dari Wartawan
"Banyak sekali pelanggaran kode etik bahkan pidana di dalam tubuh KPK karena memang ditundukkan UU KPK yang telah direvisi," ujar Zaenur.
Puncaknya, Firli yang saat ini sudah nonaktif menjadi komisioner KPK ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Menurut Zaenur, Pemilu 2024 harus menjadi momentum untuk mengembalikan muruah KPK yang independen. Ini dapat dilakukan jika elite politik yang terpilih dalam kontestasi lima tahunan memiliki komitmen untuk mengembalikan independensi KPK, termasuk merevisi UU KPK.
"Tapi kalau 2024 ini kemudian agenda pemberantasan korupsi tidak lagi dijadikan seperti agenda prioritas, sama seperti pemerintahan Presiden Jokowi, saya khawatir Indonesia masih akan korup lima tahun ke depan," pungkasnya. (Tri/Z-7)
Itulah pertaruhan penegakan hukum di negeri ini. Hukum yang wajahnya penuh jelaga. Hukum yang katanya sama untuk semua tapi faktanya beda-beda tergantung siapa yang berpunya dan berkuasa.
Budi menjelaskan bahwa JPU KPK akan mencermati keterangan saksi di persidangan.
PENGACARA mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Ian Iskandar membantah tudingan kliennya yang disebut membocorkan operasi tangkap tangan (OTT) Harun Masiku
Novel meyakini ada maksud lain dari penyebaran informasi dari Firli meski melalui media massa. KPK didesak mengungkap kemungkinan Firli melakukan perintangan penyidikan.
MANTAN Penyidik KPK Novel Baswedan menilai keterangan saksi Rossa Purbo Bekti soal Firli Bahuri membocorkan informasi OTT kasus suap PAW penting ditindaklanjuti.
Firli membocorkan OTT saat penyelidik tengah menginterogasi sejumlah orang pada 8 Januari 2025.
KPK mendalami dugaan aliran uang yang terafiliasi Bupati nonaktif Pati Sudewo melalui koperasi. Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku siap untuk mengusut dugaan praktik suap atau gratifikasi terkait penanganan warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial TCL.
Penggeledahan terkait kasus Sudewo ini dilakukan dalam waktu sepekan. KPK juga menemukan uang yang diduga disimpan untuk Bupati nonaktif Pati itu.
KPK telah menyediakan berbagai saluran bagi masyarakat untuk menyerahkan bukti tambahan, termasuk melalui platform daring (online)
Bupati Sudewo menjadi salah satu tersangka bersama tiga orang lainnya dalam kasus dugaan pemerasan untuk pengisian jabatan perangkat desa di Pati, Selasa (20/1).
Aparatur desa yang mendapatkan jabatan melalui skema pemerasan cenderung akan terjebak dalam pola pikir balik modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved