Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menyelesaikan konflik kekerasan harus didahului dengan pengetahuan sangat dalam dan komprehensif mengenai akar dari konflik tersebut.
Menurut Wakil Presiden Ri ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, tanpa pengetahuan yang dalam asumsi bisa salah, dan bila asumsi salah, maka metode dan pendekatannya pun salah.
“Kesalahan dalam asumsi dan metode, bukan hanya berakibat gagalnya perdamaian, tetapi justru bisa membuat eskalasi konflik yang lebih besar,” katanya saat acara pembukaan dialog perdamaian The Fifth EU Community of Practice on Peace Mediation (EU CoP) di Brussel, Belgia, Rabu (18/10) malam.
Baca juga : Standar Ganda Barat dalam Konflik Israel-Palestina
Dalam kegiatan yang diprakarsai The European External Action Service (EEAS) dan European Union (Masyarakat Eropa) itu, JK tampil sebagai pembicara di hadapan sekitar 250 orang praktisi perdamaian dari berbagai organisasi sosial dan pemerintahan dalam lingkup Internasional.
JK diminta EU untuk membagi pengalaman dalam menyelesaikan konflik di Poso, Ambon dan Aceh. Juga pengalamannya dalam menangani masalah Afghanistan dan Thailand Selatan
Baca juga : Rakyat AS Minta Serangan Israel Dihentikan
Lebih lanjut JK menyebutkan, salah satu contoh yang pernah dilakukannya ketika menyelesaikan kasus Poso dan Ambon. Semua mengira itu adalah konflik horizontal yang dimotivasi oleh konflik agama antara Moslem dan Kristen.
“Setelah saya turun ke lapangan, akar soalnya adalah masalah ketidakadilan politik dan ekonomi,” kata Kalla.
Namun, JK mengakui konflik tersebut melibatkan agama sebagai isu utama untuk mencari pengikut karena orang cenderung jadi subjektif mengenal agama. Lagi pula, agama selalu menjanjikan surga.
“Dalam konteks ini, agama dijadikan barang komoditi,” tegas Kalla.
Karena itu, tambahnya, saat menyelesaikan konflik kita harus mengawalinya dengan identifikasi yang akurat apakah konflik tersebut bersifat vertikal (negara melawan kelompok pemberontak), horizontal (komunitas satu melawan komunitas lain), dan konflik Internasional. Khusus konflik horizontal, negara harus tegas untuk terlibat menengahinya.
“Jangan berpangku tangan, Untuk konflik vertikal, harus ada orang lain yang menjadi mediator, seperti penyelesaian Aceh,” ujarnya.
Kalla mengungkapkan, konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia motifnya beragam. Walaupun bentuknya pun bermacam-macam, umumnya konflik-konflik tersebut akar masalahnya ada pada ketidakadilan ekonomi dan politik.
“Pangkal soal inilah yang merembus ke mana-mana, termasuk ke konflik agama dan etnitas dan ras,” pungkasnya.
Menurut rencana Kalla kembali tampil sebagai pembicara utama dalam diskusi perdamaian dari perspektif agama, khususnya Islam. JK diharapkan memberikan pengalaman empirik dan panduan kepada para mediator muda perdamaian dunia serta memberi petunjuk tentang metode penyelesaian konflik. (Z-5)
Dinas terus berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan ketersediaan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh seluruh warga hingga tingkat kelurahan.
Tidak ada zona tertentu yang bisa dikategorikan rawan secara absolut karena potensi kekerasan dapat terjadi di mana saja.
Ia menjelaskan, koordinasi melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Rukun dengan Teman yang merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto
Direktur Senior Amnesty International untuk Riset, Advokasi, Kebijakan, dan Kampanye, Erika Guevara-Rosas mengecam keras pola penindakan yang dinilai sistemik tersebut.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meneguhkan peran sebagai policy hub yang menjadi pusat konsolidasi pengetahuan, analisis strategis, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
BSKDN Kemendagri berkolaborasi dengan BRIN dalam upaya mendorong inovasi daerah melalui optimalisasi Repositori Ilmiah Nasional (RIN)
UT resmi menjalin kemitraan strategis dengan Central Queensland University (CQU) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat UT.
Film sering menjadi jendela bagi penonton untuk memahami berbagai konsep pengetahuan, termasuk teori evolusi.
AKADEMISI dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai pembekalan calon menteri kabinet Prabowo yang sampai mendatangkan pakar asing tidak efektif.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan pengetahuan lokal memainkan peran krusial dalam membangun ketahanan komunitas menghadapi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved