Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Andika Perkasa masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Ganjar Pranowo, bakal calon presiden PDI Perjuangan. Prestasinya yang gemilang dalam memimpin TNI saat menjadi panglima, membuat namanya dianggap cocok melengkapi sosok Ganjar.
Analis politik dan militer Universitas Nasional, Selamat Ginting beranggapan, Andika Perkasa punya kekuatan dalam hal geopolitik. Yang mana isu tersebut tengah hangat dalam kondisi politik internasional, dengan berbagai ketegangan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
“Untuk menghadapi situasi geopolitik, Andika bisa diandalkan. Termasuk mengurusi situasi pertahanan dan keamanan nasional, Andika bisa diandalkan,” terang Selamat Ginting dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/10).
Baca juga: Pantun Hasto Beri Sinyal Sandiaga Uno Jadi Bacawapres Favorit untuk Ganjar
Ia juga menganggap sosok Andika sangat tepat dipilih menjadi pendamping Ganjar Pranowo jika komposisi yang diinginkan adalah sipil-militer. Terlebih lagi untuk menghadapi lawan politiknya Prabowo Subianto.
Tidak hanya itu, Selamat Ginting juga memuji jejaring atau hubungan internasional yang baik yang dimiliki Andika Perkasa. Mengingat Andika berpendidikan tinggi, mendapat gelar doktor dari Amerika Serikat.
Baca juga: Cak Imin Masuk Daftar Cawapres yang Dinilai Pantas oleh Ormas Islam
“Pendidikannya tinggi, hubungan internasionalnya bagus, khususnya dengan Amerika Serikat. Kemampuan bahasa Inggrisnya juga bagus. Modal sosial jika harus melakukan diplomasi,” sambung Selamat Ginting.
Untuk informasi lebih lanjut, Andika Perkasa diketahui memiliki sedikitnya 4 brevet dari Amerika Serikat dan 1 dari Australia. Sebut saja Military Freefall Parachutist Badge (US Army), Brevet terjun bebas militer milik Angkatan Darat AS yang ditempuh setelah menjalani pendidikan di Sekolah dan Pusat Peperangan Khusus Angkatan Darat AS.
Master Parachutist Badge (US Army), diberikan kepada prajurit berkualifikasi penerjun dan jump master yang telah melakukan minimal 65 kali penerjunan dengan sedikitnya 25 kali dengan peralatan tempur selama 36 bulan. Air Assault Badge (US Army), Berhak disandang oleh prajurit yang lulus dari Air Assault School dan telah memiliki kemampuan serangan dari helikopter atau tiltrotor lewat teknik rappelling dan fast rope termasuk juga rigging operation dan sling loading operation.
Master Explosive Ordnance Disposal Badge (US Army), memiliki kemampuan sebagai penjinak bahan peledak yang dilatih untuk menangani pembuatan, pengerahan, pelucutan, dan pembuangan amunisi peledak tinggi termasuk senjata nuklir, biologi, kimia, dan radioaktif.
Masih ada Parachutist Badge (Australian Army) yang diberikan oleh Angkatan Darat Australia kepada penerjun yang telah memenuhi syarat dan telah ditempatkan di unit pasukan yang juga mempunyai kualifikasi airborne/lintas udara. (Z-7)
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
PENGAJAR Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera Gita Putri Damayana menilai revisi Undang-Undang TNI (UU TNI) menghadapi krisis mendasar dari sisi kualitas penyusunan naskah akademik.
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
AUSTRALIA dan Indonesia menyepakati perjanjian keamanan baru yang akan memperdalam kerja sama militer antara kedua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved