Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTUSAN Mahkamah Agung yang menganulir regulasi pencalegan eks terpidana didukung oleh sejumlah partai politik. Bahkan partai politik ada yang menyebut harus melakukan evaluasi dan mengetatkan seleksi bagi para kadernya. Wakil Ketua MPR Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan PKS setuju dan mendukung keputusan MA yg menganulir regulasi pencalegan eks terpidana.
"Selain soal efek jera, juga agar memberikan kepercayaan publik terhadap demokrasi,pemilu/pileg/pilkada sejak dari prosesnya. Dengan demikian akan memperbesar peran serta rakyat dalam mensukseskan pemilu dan memperkecil golput/yang tidak berperan serta," ujarnya, Sabtu (30/9).
Dengan persentase kesertaan yang tinggi akibat dari meningkatnya kepercayaan publik diharapkan legitimasi hasil Pemilu juga lebih baik lagi. Selain itu keputusan ini semakin meneguhkan agar parpol makin selektif memilih kadernya untuk menjadi wakil rakyat.
Baca juga: KPU Sebut belum Terima Putusan MA yang Anulir Syarat Terpidana Maju Caleg
"Dan juga agar rakyat semakin kritis memilih siapa yamg akan mereka pilih menjadi wakil merek di DPR maupun untuk jadi presiden dan kepala daerah," sambungnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Waketum Golkar Melchias Mekeng. Keputusan tersebut harus dipatuhi oleh semua partai politik dengan melakukan evaluasi.
Baca juga: Gugatan Dikabulkan MA, ICW Sebut Putusan MA Cerminan Kebobrokan KPU
"Tentu saja partai politik harus mengikuti aturan yang ada tidak bisa melanggar dan tidak bisa dipaksa. Selama aturan itu maka harus diikuti. Golkar akan evaluasi sesuai dengan aturan yang ada. Ikuti aturan yang ada daripada dicoret KPU," jelasnya.
Sementara itu Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengungkapkan PAN menyetujui ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur masa jeda lima tahun bagi eks terpidana untuk bisa dipilih sebagai wakil rakyat.
"Kami setuju dengan UU itu yang jika terdakwa sudah vonis dengan penjara 5 tahun maka ada jeda waktu dalam rangka memberikan hak demokrasi. Harus ada jeda waktu satu periode atau 5 tahun untuk memberikan waktu demokrasi. Ini adalah hal yang baik karena masyarakat juga akan dapat menilai pasca bebasnya," ungkapnya.
Jeda tersebut bisa memberikan waktu kepada publik untuk bisa melihat dan menilai perilaku eks terpidana.
"Memang secara yuridis politik dipilih merupakan bagian hak dari warga negara tapi dari keputusan MK dan undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memang harus ada jeda pemilu, sudah sepakat dengan itu," tukasnya. (Sru/Z-7)
Jika partai politik membangun kaderisasi hingga tingkat paling rendah, menurut dia, seharusnya yang dipercaya untuk menjadi caleg adalah kader partai yang berasal dari tempat pencalonan.
Ray menegaskan Shintia layak di PAW jika terbukti benar melakukan penggelembungan suara pada Pileg 2024 lalu. Ray menegaskan, suara dari penggelembungan suara itu tidak sah dan harus dianulir.
Ward menuturkan, istrinya merupakan kader partai sekaligus anggota legislatif di Belanda.
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
PDIP memecat calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPR Tia Rahmania yang belum lama ini mengkritik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Struktur kekuatan partai politik di Indonesia saat ini belum merata di seluruh wilayah.
partai politik yang terbukti melanggar prinsip-prinsip konstitusional, pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung, berpotensi dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Ia menambahkan, pandangan tersebut juga muncul dari internal partai politik.
Permohonan yang terdaftar dengan Nomor 233/PUU-XXIII/2025 itu mempersoalkan kewajiban calon legislatif untuk berasal dari partai politik.
Syarat keanggotaan partai politik bagi calon legislatif merupakan bentuk ketidakadilan konstitusional.
BELUM genap setahun menjabat, tiga kepala daerah di Indonesia dari Provinsi Riau, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Kolaka Timur ditangkap OTT KPK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved