Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Politik Ujang Komarudin menilai, alotnya penentuan sosok Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) untuk Anies Baswedan dikarenakan sejumlah faktor. Ujang menduga setidaknya ada tiga faktor baik faktor internal dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) maupun faktor eksternal.
Dijelaskan Ujang, Faktor pertama yang membut alotnya penentuan Bacawapres Anies yakni ketiga partai KPP yakni NasDem, Demokrat dan PKS masih mencari figur yang tepat untuk bisa mendongkrak suara Anies di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Pertama, alotnya tentu karena mereka (KPP) masih mencari figur yang tepat untuk bisa memberikan sumbangsih, menambah nilai tambah atau kemenangan bagi Anies . Kan tidak bisa sosok sembarang yang dipilih, salah pilih bisa bahaya, bisa repot," kata Ujang saat dihubungi Jumat (25/8).
Baca juga : Malam Ini Anies-SBY Bahas Pemenangan Pemilu 2024 di Cikeas
Kemudian faktor kedua yang juga membuat penentuan Bacawapres untuk Anies terlihat alot, Ujang menduga adanya silang pendapat di internal koalisi yang membuat mereka belum sepaham.
"Nah dalam konteks ini, saling beda silang pendapat khususnya antara NasDem dan Demokrat. Mungkin ada belum selesai terkait 'Siapa mendapat apa?, kapan dan bagaimana'. Karena dalam konteks apapun di politik itu 'no free lunch', tidak ada makan siang gratis," ujarnya.
Baca juga : Duet Ganjar-Anies Tidak Logis, PDIP Disarankan Pilih Sandiaga
"Misalkan kalau Bacapresnya Anies, apakah kemudian Bacawapres misalkan dari Demokrat atau PKS. Misalkan dari Demokrat maka PKS dapat apa? Kan begitu," imbuhnya.
Lalu faktor terakhir yakni faktor eksternal, di mana Ujang berpandangan ada campur tangan pihak di luar KPP yang mencoba menggoyangkan kesolidan KPP. Ujang melihat ada yang mencoba merayu untuk membuat KPP bubar.
"Kemudian saya melihat ada tarik-menarik dari pihak luar untuk menggembosi agar KPP tidak jadi, tidak terlaksana, sehingga mereka digoyang-goyang. Jadi macam-macam ada faktor eksternal yang menggoyang dan merayu KPP agar tidak bisa solid," ujarnya.
Terpisah, Pengamat Politik Lili Romli mengungkapkan hal yang sama terkait belum adanya titik temu di KPP, terlebih antara NasDem dan Demokrat. Sehingga membuat penentuan Bacawapres Anies berjalan alot.
"Saya membacanya di mana Demokrat ingin agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Bacawapres-nya. Sementara NasDem sebaliknya, mereka ingi agar Bacawapres dari luar (KPP), keinginan NasDem itu didasarkan karena tampaknya Anies perlu Bacawapres yang bisa mendokrak elektabilitas," jelas Lili.
Disinggung terkait sosok seperti apa yang dibutuhkan Anies untuk dapat mendongkral elektabilitasnya. Lili berpandangan bahwa Anies perlu memiliki Bacawarapes dengan basis massa yang kuat khususnya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Tentu Bacawapres yan mempunyai basis massa yang kuat dan daerah yang banyak pemilihnya, seperti di Jawa Tinur dan Jawa Barat," tukasnya. (Z-5)
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Founder Gerakan Turun Tangan, Anies Baswedan, menyampaikan gagasan dan pemikirannya di depan seribuan anak muda dalam gelaran Turun Tangan Festival 2025.
Diketahui Anies sebelumnya dalam acara Dialog Kebangsaan di Padang menyatakan bahwa negara tidak boleh salah fokus pada proyek mercusuar yang membebani rakyat.
Jebolnya tanggul baswedan membuat permukiman warga di sekitar Jati Padang, Pasar Minggu, mengalami banjir hingga mencapai 1 meter.
Bagaimana pula peluang dia dalam kontestasi politik nasional, utamanya di Pilpres 2029?
Presiden Prabowo Subianto menuturkan dirinya tidak menaruh dendam pada Anies Baswedan, orang yang menjadi pesaingnya dalam pemilihan presiden di 2024.
PKS mempertimbangkan gabung Koalisi Perubahan jilid II dalam menatap Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Termasuk peluang PDIP gabung di poros tersebut.
TIMNAS Amin menegaskan partai NasDem masih tetap setia bersama Koalisi Perubahan atau pengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).
POLITISI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Seno Bagaskoro mengatakan pihaknya tidak masalah apabila koalisi 01 atau Koalisi Perubahan menginisiasi hak angket.
Partai NasDem tetap mendorong PDI Perjuangan merespons positif inisiatif pengguliran hak angket oleh Koalisi Perubahan.
NasDem sengaja mengundang PKS dan PKB untuk berdiskusi. Hal itu bertepatan dengan momentum berbuka puasa bersama.
PKB bakal menjadikan Desak Anies dan Selepet Imin sebagai standar model kampanye pada Pilkada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved