Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem meyakini Partai Demokat akan tetap setia mendukung Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Hal itu diungkapkan PKS dan Partai NasDem merespon kemesraan yang kerap ditampilkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua DPP PDI-Perjuangan Puan Maharani.
"Kalau dari komunikasi politik yang saat ini masih berjalan di antara tiga partai koalisi dan keperibadian AHY sendiri, saya yakin inshaAllah tiga partaj koalisi ini akan tetap dan siap beraama-sama," ucap Presiden PKS Ahmad Syaikhu kepada awak media, Kamis (10/8) malam.
Baca juga : AHY Sebut Partai Masih Saling Intip
Syaikhu menilai, kedekatan AHY dengan Puan hanya sebatas silaturahmi politik. Dia mengatakan keakraban yang terjalin antara AHY dan Puan justru menjadi bukti bahwa KPP tidak mengekangg partai-partainya.
"Mas AHY inikan pribadi yang bisa diterima oleh seluruh kalangan, oleh karena itu saya kira sebagai negarawan ini sudah seharusnya membiasakan diri untuk bisa berkomunikasi dengan lintas politik. Gak hanya terkukung dengan partai-partai yang mungkin dianggapnya sekarang koalisi," tutur Syaikhu.
Baca juga : AHY Luncurkan Buku Tetralogi Transformasi AHY
"Karena membangun kehidupan berbangsa ini tentu perlu kedewasaan dan keluasan cakupan, sehingga siapa pun kita perlu bersama-sama untuk membangun negeri," jelasnya.
Senada Dengan PKS, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim juga menilai bahwa kedekatan AHY dan Puan sebagai silaturahmi politik. Dia bahkan mempersilahkan AHY untuk bersilaturahmi dengan tokoh politik lainnya
"Silaturahmi itukan sebuah keharusan bagi kita dalam berbangsa. Itu bagus (pertemuan AHY-Puan) kalau perlu jangan hanya Puan, yang lain-lain kalau bisa bertemu itu juga bagus," ucap Taslim.
Ditegaskannya, dengan tiga partai KPP yang sudah menandatangani piagam kerjasama tiga partai, Dia percaya bahwa Demomrat akan setia mendukung Anies Baswedan dan tidak akan meninggalkan KPP.
"Jadi gini, koalisi kami itu dibangun diatas basis saling percaya, oleh karena itu biasanya kalau ada pertemuan kami saling kontak. Saya dengan Demokrar dengan PKS. Jadi itu (pertemuan AHY-Puan) biasa saja dan silaturahmi harus terus dibangun," tukasnya. (Z-5)
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
KETUA DPR RI, Puan Maharani mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak menggelar perayaan pergantian tahun 2026 secara berlebihan atau euforia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Seluruh rumah sakit, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tidak boleh menolak warga mendapatkan layanan medis.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
Terlebih, hasil survei terkini Median menempatkan elektabilitas Anies dan KDM masuk tiga besar di bawah Prabowo.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved