Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengakui gerakan revolusi mental belum maksimal. Hal itu ia sampaikan merespons pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bahwa revolusi mental belum memenuhi harapan.
“Yang belum maksimal. Dimaksimalkan,”ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta seusai acara pengambilan sumpah jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), sejumlah wakil menteri dan anggota dewan pertimbangan presiden (watimpres), Senin (17/7).
Pada acara Apel Siaga Partai NasDem di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/7), Surya Paloh mengatakan mendukung Presiden Jokowi sebagai calon presiden karena mengusung konsep gerakan revolusi mental. Tetapi, ia menyayangkan revolusi mental dijalankan belum sesuai harapan. Padahal, menurut Paloh,
Baca juga: Surya Paloh: Revolusi Mental Senapas dengan Gerakan Perubahan
konsep dan gagasan Partai NasDem mengenai gerakan perubahan sejalan dengan revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi.
"Bahwasannya pikiran, gerakan perubahan yang juga sejalan dengan apa yang pernah dikonstatir oleh Presiden Jokowi untuk melaksanakan revolusi mental adalah sebenarnya identik dengan gerakan perubahan kita, senapas, sebangun, sejalan," kata Paloh.
Baca juga: Surya Paloh Pilih Anies Baswedan Karena Ingin Buktikan Pluralisme Dihargai
"Kita memberikan dukungan yang totalitas, kenapa? Karena kita mempunyai keyakinan dengan konsepsi gagasan dan pemikiran yang sama dengan apa yang kita milikin, logika kita menyatakan kita yakin progres perjalanan kemajuan kita berbangsa dan bernegara, akan jauh lebih hebat seperti apa yang kita harapkan," ucap Surya Paloh. Namun, Surya Paloh merasa kecewa karena komitmen memajukan bangsa belum terlihat. Bahkan, jauh dari harapan.
"Tapi sayang seribu kali sayang, sayang seribu kali sayang, harapan belum menjadi kenyataan, apa yang harus berani yang kita nyatakan, menjelang 78 tahun kemerdekaan bangsa yang kita miliki," ujar Surya Paloh. (Z-3)
Warsito menjelaskan PKJB sejatinya keberlanjutan dari GNRM. Transformasi ini juga bukan sekadar perubahan istilah, melainkan perluasan cakupan dan penguatan substansi.
Subtansi program penguatan karakter dan jati diri bangsa tetap memuat tiga pilar revolusi mental: integritas, etos kerja, dan gotong royong.
Dengan menyajikan berita analisis, dan opini terkait gerakan revolusi mental, mediaindonesia.com membantu meningkatkan kesadaran publik.
Melalui kemandirian wirausaha yang ditunjang gerakan nasional revolusi mental, dengan etos kerja, gotong royong dan integritas, sehingga akan melatih mental wirausaha.
Peran penting aparatur sipil negara (ASN) dalam perbaikan tata kelola pemerintahan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, Presiden Joko Widodo mengamanatkan
WAKIL Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit mempertanyakan fungsi perencanaan dan penajaman kegiatan pembangunan yang diagendakan pemerintah, Bappenas
Penyaluran bantuan yang dilakukan dalam rangka Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 ini diawali di Kecamatan Ciparay
Program Bestari besutan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mulai tuai hasil. Dua pemuda resmi bekerja sebagai barista profesional di Arab Saudi. Simak kisahnya!
Bisa jadi kata cemooh berasal dari kata ini; atau setidaknya memiliki nalar dan rasa yang sebangun.
Kegiatan ini menandai dimulainya Safari Ramadan Partai NasDem sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dan silaturahmi kader dengan masyarakat.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved