Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjelaskan maksud sindiran 'Jokowi Milik Parpol, Bukan Milik Rakyat' di media sosial. Unggahan itu disebut bentuk ekspresi atas situasi saat ini.
"Alasannya sederhana, karena memang begitu yang kami rasakan," kata Ketua BEM UI Melki Sadek Huang dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk Presiden Jokowi Gerilya Kotak Kosong Pilpres 2024?, Minggu (28/5).
Melki mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seyogianya berperan sebagai pejabat publik dengan maksimal. Salah satunya dengan membuat publik yakin dirinya akan mengawal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan baik, langsung, bebas, jujur, dan adil.
Baca juga: Raih Kepercayaan dari Jokowi Jadi Modal Erick Maju Cawapres
"Serta memastikan dirinya independen dan tidak ada konflik kepentingan atau keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon dari golongan tertentu," ujar dia.
Menurut Melki, hal itu krusial dilakukan Jokowi. Supaya masyarakat percaya Pemilu 2024 adalah pesta rakyat, bukan pesta bagi kelompok tertentu.
Baca juga: Jokowi Sulit Keluar Dari Nilai-Nilai PDIP
"Selain itu kami menyindir Jokowi berkali-kali menyalahgunakan fasilitas negara seperti mengantarkan salah satu calon (presiden) dengan pesawat kepresidenan ke Solo," ucap dia.
Contoh lainnya, yakni saat Jokowi mengumpulkan ketua umum partai politik di Istana Negara, Jakarta Pusat. Persamuhan itu dikritik lantaran membahas pemilu.
"Yang sangat jelas punya kepentingan kelompok tertentu," jelas Melki.
Sebelumnya, BEM UI mencuitkan pernyataan bernada menyindir Jokowi. "Jokowi Milik Parpol, Bukan Milik Rakyat," tulis BEM UI. Cuitan tersebut memang merupakan bentuk kritikan BEM UI yang menilai Jokowi tidak netral dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. (Z-3)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Temukan kumpulan kata kata sindiran halus namun menohok untuk teman, pacar, atau orang munafik. Ungkapkan perasaan dengan elegan tanpa terkesan kasar di sini.
Solo dipimpin Gibran, angka kemiskinan turun jauh. Ekonomi meningkat tajam. Kunjungan wisatawan menggeliat. Sisi kehidupan keberagaman juga semakin inklusif
Tidak semua orang dapat menerima kata-kata sindiran, ada juga yang mudah terbawa perasaan.
Berikut rangkuman kata-kata sindiran pedas yang dirangkum dari berbagai sumber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved