Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Cawapres Jadi Kunci Kemenangan Pilpres 2024

Yakub Pryatama Wijayaatmaja
11/5/2023 10:25
Cawapres Jadi Kunci Kemenangan Pilpres 2024
Cawapres yang akan dipilih partai politik mendampingi capres menjadi faktor penentu kemenangan Pilpres 2024.(Dok.MI)

ANALIS Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut calon wakil presiden (cawapres) menjadi faktor penentu pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024

Berdasarkan hasil survei, hanya tiga nama calon presiden (capres) yang kuat dan kompetitif dengan selisih elektabilitas yang tipis. Ketiga capres itu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

“Elektabilitas ketiga tokoh ini diberbagai Lembaga survei bersaing sangat ketat dan saling salip menyalip sehingga membuat posisi cawapres menjadi kunci pemenangan pemilu mendatang,” ungkap pria yang akrab disapa Ipang itu, Kamis (11/5).

Baca juga: Manuver Politik Praktis Sandiaga Uno Temui Jalan Buntu

Ipang menuturkan tidak ada capres yang leading sendiri jauh di atas angka psikologis 30%. Semua capres masih relatifly dalam rentang range margin of error.

Mengacu pada hasil itu, cawapres jadi menjadi kunci kemenangan. Dinamika elektoralnya tidak terlalu terpaut jauh, bahkan pernah Prabowo menyalip Ganjar, Anies pernah menyalip Prabowo, dan Anies pernah menyalip Ganjar dan Prabowo.

Baca juga: Jumlah Dapil Untuk Pemilu 2024 Telah Ditetapkan KPU, Cek Daftarnya!

“Memastikan posisi cawapres mampu mengenjot elektabilitas capresnya. Dengan kata lain, cawapres berfungsi sebagai doping politik, salah mengandeng cawapres bisa menjadi blunder yang mematikan langkah politik capres,” tuturnya.

Maka tak heran, parpol koalisi sengaja menyimpan nama cawapres. Sejauh ini parpol koalisi tidak akan mau terburu buru mengumumkan cawapresnya.

Hal ini, kata Ipang, menjadi bagian dari desain adu strategi politik. “Kenapa pening parpol koalisi meracik cawapres ideal potensial pendamping capres, sebab kalau salah maka bisa bunuh diri politik,” tuturnya.

Setidaknya terdapat tiga kriteria penting dalam penentuan cawapres. Pertama, modal elektabilitas (racikan elektoral). Kedua; dukungan partai politik. Ketiga, ketersedian modal logistik kampanye, sebab biaya pilpres yang tinggi.

Ipang mengatakan cawapres mendapat dukungan partai politik. Dalam pemilihan presiden, partai politik memiliki peran penting dalam memperoleh suara dan mendapatkan dukungan dari anggota partai.

Oleh karena itu, memilih calon wakil presiden yang berasal dari partai politik yang memiliki basis dukungan yang kuat dapat membantu pasangan calon presiden memperoleh suara dari basis partai tersebut.

Calon wakil presiden yang memiliki pengaruh politik yang kuat dan berasal dari daerah yang memiliki potensi elektoral besar dapat memberikan keuntungan bagi pasangan calon presiden.

Hal ini karena calon wakil presiden yang berasal dari daerah memiliki kecenderungan untuk mendapatkan dukungan dan memperluas dari basis pemilih di wilayah tersebut.

Kemudian, cawapres harus merupakan representasi kebutuhan pemilih Gen Z dan Milenial, sebab bagaimana pun generasi milenial cukup besar dan potensial pemilihnya, bahkan mendekati angka 60%.

Pemilih ini masuk pada kategorisasi pemilih rational dan psikologis, memperhatikan rekam jejak kandidat, kompetensi, kapasitas, integritas dan jam terbang serta pengalaman dari capres-cawapresnya.

“Jadi harus hati-hati juga dengan perilaku memilih (voting behavior) kelompok cluster ini. Gen z dan milienial termasuk pemilih yang kritis yang naik kelas menjadi pemilih rational dan psikologis, sehingga penting juga cawapres mempertimbangkan trace record,” tandasnya. (Z-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya