Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informatika melakukan penyusunan peraturan presiden tentang keberlanjutan industri pers secara cepat. Ia menargetkan regulasi itu bisa selesai dalam satu bulan.
"Dalam satu bulan ini harus selesai mengenai perpres ini. Jangan lebih dari satu bulan," ujar Jokowi dalam Puncak Peringatan Hari Pers Nasional di Sumatra Utara, Kamis (9/2).
Baca juga: HPN 2023, Kemenkominfo Ajukan Regulasi Hak Penerbit
Demi memastikan pembahasan berjalan lancar, Kepala Negara bahkan bersedia ikut dalam sesi pembahasan secara langsung
"Saya akan ikut nanti dalam beberapa pembahasan mengenai ini," ucapnya.
Menurutnya, perpres itu sangat mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Asalkan, semua pemangku kepentingan seperti Menkominfo, Dewan Pers dan tokoh-tokoh media arus utama bisa berkomunikasi secara intensif.
"Asal semua ketemu ya selesai. Cepet selesai. Saya kan tinggal menunggu drafnya. Draf masuk ke saya, saya tandatangani. Hanya ketemu saja masa nggak. Itu hanya beberapa poin saja yang perlu harmonisasi," jelas mantan wali kota Solo itu.
Hingga saat ini, belum ada bocoran terkait detil perpres keberlanjutan industri pers. Namun, diyakini, salah satu yang akan diatur dalam beleid tersebut adalah soal kerja sama antara perusahaan platform digital dan perusahaan pers. Platform-platform digital juga diwajibkan mendukung proses jurnalisme yang berkualitas.
Selain untuk menciptakan iklim usaha yang baik bagi media massa, regulasi tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga kualitas dan keaslian informasi yang beredar di masyarakat. (OL-17)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved