Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PANITIA Kerja (Panja) Kebocoran Data Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan perlindungan data yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Panja ini, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, dibentuk karena banyaknya aduan terkait kebocoran data yang masuk ke Komisi I. Ia pun mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas upaya mereka dalam pengelolaan dan perlindungan data serta kesiapan mereka dalam program Satu Data Indonesia.
“Komisi I DPR RI dalam hal ini Panja Kebocoran Data berkunjung ke Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan masukan, termasuk juga mengetahui dari jarak dekat dari secara langsung bagaimana pengelolaan data yang ada di Pemprov Jawa Timur," jelasnya.
"Hal ini perlu kita lakukan untuk keperluan kita sedang dalam rangka Panja kebocoran data, banyak kebocoran data masuk ke aduan kebocoran data masuk ke Komisi I sehingga kita membentuk Panja,” ujar Kharis selaku Ketua Tim kunjungan kerja dalam keterangan pers, Senin (6/2).
Dalam kunjungan ini, Panja Kebocoran Data Komisi I mendengarkan masukan serta sejumlah upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, terutama terkait dengan perlindungan data. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya perlindungan data telah membentuk Tim Reaksi Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang dibentuk di delapan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Satu Data Indonesia: Kunci Pertajam Strategi dan Fokus Pembangunan
“Jadi hari ini kita dapat masukan yang sangat bagus dari Jawa Timur karena ternyata mereka itu sudah siap secara penuh, juga sudah bisa terintegrasi, terinteroperabilitas dengan seluruh sistem yang berlaku di pusat dan ada keseragaman di Jawa Timur untuk seluruh aplikasi yang ada di provinsi Jawa Timur," jelasnya.
"Selanjutnya dari masukan-masukan ini kita akan bahas nanti dalam Komisi I, berkaitan dengan adanya Pusat Data Nasional dan seterusnya sebagai masukan yang konstruktif ke depan,” jelas politikus Fraksi PKS DPR RI ini.
Diketahui, dari paparan yang disampaikan Asisten Sekda Provinsi Jawa timur sekaligus mewakili Gubernur Jawa Timur, Benny Sampirwanto bahwa pihaknya menyatakan kesiapan terkait dengan program Satu Data Nasional yang direncanakan oleh pemerintah melalui Kementerian Kominfo. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memiliki data sesuai standar dan telah terintegrasi dengan pemerintah pusat.
Karena itu, Abdul Kharis meyakini bahwa Provinsi Jawa Timur sudah siap untuk menyongsong adanya program Satu Data Indonesia.
“Hanya tadi kendala-kendalanya adalah masih banyaknya serangan-serangan siber terhadap database yang dimiliki Jawa Timur, ada 10 sampai 15 kali dalam satu bulan. Sebagian bisa diatasi dengan cepat, sebagian bisa diantisipasi, sebagian harus bekerjasama dengan ITS,” pungkas Legislator dapil Jawa Tengah V itu.
Meskipun masih terdapat kendala seperti adanya serangan siber, Abdul Kharis mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Provinsi Jawa Timur dalam melindungi data.
“Upayanya kita apresiasi tapi faktanya masih ada serangan-serangan ya saya kira ini bagian dari upaya untuk memperbaiki security dari data yang ada di Jawa Timur," jujar Abdul Kharis.
"Bahkan dalam satu waktu Diskominfo dalam hal ini yang menjadi leading sector dari pengamanan data mereka, membuat semacam server bayangan kemudian meminta para hacker untuk nyerang. Sehingga, bisa diketahui lubang-lubangnya ada di mana, masukan-masukan dari mereka. Saya kira ini kami apresiasi,” tutupnya. (RO/OL-09)
Pemerintah daerah terus berupaya mengimplementasikan pembelajaran mendalam, koding, dan AI meski dihadapkan pada tantangan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Beredar video di media sosial yang memperlihatkan Mualem mengenakan pakaian tradisional Melayu serba putih, lengkap dengan sarung dan peci hitam.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pada 2025, Jawa Timur mencatatkan skor kinerja pelayanan publik terbaik nasional dengan angka 4,75 dari skala 5.
KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
Keberkahan Jawa Timur akan terwujud apabila seluruh masyarakat dapat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Selain fokus pada kemacetan, faktor keselamatan pengemudi juga menjadi prioritas.
Pemasangan EWS yang berlangsung selama sepekan terakhir ini dilakukan berkolaborasi dengan tim BPBD setempat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved