Selasa 10 Januari 2023, 14:21 WIB

Kontribusi Pemilu 2024 Terhadap Perekonomian Bakal Capai Rp270,3 Triliun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
Kontribusi Pemilu 2024 Terhadap Perekonomian Bakal Capai Rp270,3 Triliun

MI/Seno
Ilustrasi

 

PENYELENGGARAAN pemilihan umum (pemilu) pada 2024 bakal berkontribusi 0,6% hingga 1,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kontribusi itu disebut akan memberikan suntikan dana (money injection) ke masyarakat sekitar Rp118,9 triliun sampai Rp270,3 triliun.

"Election related spending itu money injection di 2023 bisa mencapai Rp119 sampai Rp270 triliun. Jadi kisarannya 0,6% sampai 1,3% dari PDB, di mana 90% distribusi dari money injection itu akan terjadi di second half tahun 2023," ujar Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy saat media briefing di kantornya, Jakarta, Selasa (10/1).

Besarnya kontribusi dan money injection tersebut dikarenakan penyelenggaraan pemilu di 2024 dilakukan secara sekaligus, yakni pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah.

Kontribusi dan suntikan dana ke masyarakat itu juga disebut bakal lebih tinggi ketimbang masa pemilu-pemilu sebelumnya. "Di mana pilkada serentak itu include semua provinsi di Jawa yang mana Jawa kue nya 60% dari ekonomi Indonesia. Jadi dampaknya akan signifikan pada perekonomian," terang Leo.

Baca juga: Megawati masih Rahasiakan Capres yang akan Diusung PDIP

Dampak pemilu pada perekonomian sedianya dapat dilihat melalui pertumbuhan pengeluaran atau belanja lembaga non profit (LNPRT) menjelang pemilu. Dalam kondisi normal, kontribusi lembaga non profit kerap minim, namun melonjak menjelang tahun pemilu.

Leo mengatakan, itu merupakan gambaran adanya pengeluaran yang dilakukan oleh partai-partai politik di dalam negeri. Pada 2013, misalnya, pengeluaran LNPRT tumbuh 8,2%, lebih tinggi dari 2012 yang hanya 6,7%. Sementara pada tahun pemilu di 2014, pengeluaran LNPRT tumbuh 12,2%.

Peningkatan juga terlihat pada 2018 di mana pengeluaran LNPRT tercatat tumbuh 9,1%, lebih tinggi dari 2017 yang hanya 6,9%. Sementara di tahun pemilu 2019, pengeluaran LNPRT tercatat tumbuh 10,6%.

"Jadi dia meng-capture pengeluaran partai politik, itu satu tahun sebelum tahun pemilu growth-nya selalu meningkat. Dalam kondisi normal, ini sering dihiraukan. Tapi pada saat memasuki tahun politik, dia selalu meningkat," jelas Leo.

Pengeluaran LNPRT itu menjadi salah satu faktor yang akan memperkuat konsumsi domestik di 2023. Faktor lain yang mendorong penguatan konsumsi domestik ialah rendahnya tingkat inflasi di dalam negeri dan adanya kenaikan upah minimum. (OL-4)

Baca Juga

Dok Agus Suparto

Presiden Dorong Media Massa Kawal Seluruh Proses Pemilu

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:05 WIB
"Media harus mendorong pelaksanaan Pemilu 2024 supaya berjalan jujur dan adil, serta meneguhkan persatuan...
MI/Susanto

MKMK Mulai Minta Keterangan Para Pihak dalam Dugaan Perubahan Putusan

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 09 Februari 2023, 11:56 WIB
MKMK mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dalam menindaklanjuti laporan perubahan substansi putusan perkara...
MI/Susanto

Koalisi Masyarakat Kawal Pemilu: DKPP Harus Beri Jaminan untuk Saksi

👤Yakub Pryatama 🕔Kamis 09 Februari 2023, 11:03 WIB
"Jadi setiap orang yang mengupayakan kebenaran dan kejujuran serta berjuang untuk lembaganya itu ya jangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya