Jumat 30 Desember 2022, 23:43 WIB

ZEE Indonesia Semakin Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Abdillah M Marzuqi | Politik dan Hukum
ZEE Indonesia Semakin Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Antara
Kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam ditangkap dan dibawa ke dermaga di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar

 

Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Marcellus Hakeng Jayawibawa mengungkapkan sektor kemaritiman perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Utamanya soal kedaulatan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Menurutnya, ZEE Indonesia di perairan Natuna yang kaya akan sumber daya perikanan kerap menjadi incaran kapal ikan asing seperti dari Tiongkok dan Vietnam. Belum lagi, persoalan pemberian konsesi ZEE ke Vietnam yang tidak kunjung menemui kesepakatan.

"Eskalasi di wilayah perairan Natuna akan terjadi mengingat potensi perikanan tangkap cukup besar. Karena itu perlu pengawasan dari pemerintah Indonesia untuk memberi perlindungan kepada nelayan Indonesia," ujar ungkap Hakeng dalam keterangan tertulis.

Selain itu, Hakeng juga menyinggung posisi Indonesia yang strategis dalam peta pelayaran dunia. Indonesia sepatutnya menyadari dan memanfaatkan potensi tersebut.

"Saya ingin mengingatkan pula bahwa saat ini telah terjadi peralihan aktivitas dan perhatian dunia dari wilayah Mediterania dan Atlantik ke kawasan Indopasifik. Peralihan tersebut tentu saja mengakibatkan wilayah maritim Indonesia kembali menjadi perlintasan strategis. Samudera Hindia menjadi perlintasan strategis dan Indonesia yang sangat dekat. Karena itu Indonesia harus sadar dengan posisinya secara geopolitik dan geostrategis," beber Hakeng.

Menurut Hakeng, Indonesia bisa mewujudkan diri menjadi poros maritim dunia melalui ekonomi biru dari sumber daya protein ikan lautnya. Ia mengungkapkan luasnya wilayah maritim Indonesia dengan berbagai kekayaan. Potensi itu memang belum sepenuhnya dapat tertangani secara optimal. Hasil perikanan tangkap belum sepenuhnya dimanfaatkan. Hal itu terjadi karena masih kurangnya perhatian pada sektor maritim. 

"Indonesia mempunyai sebelas Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), antara lain perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan, perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau, perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian Timur. Kesebelas WPPNRI tersebut memiliki sumber daya ikan tangkap yang jenisnya berbeda-beda," ungkapnya. 

Oleh sebab itu, Hakeng menilai sudah saatnya Indonesia fokus kembali ke maritim. Menurutnya, laut bisa diposisikan sebagai pemecah persoalan bangsa seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran hingga pada persoalan kelaparan. Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerjasama antara semua pihak, baik pemerintah pusat dan daerah. (OL-8)

Baca Juga

MI/HO

Purnawirawan TNI AD dan Warga Pos Pengumben Curhat ke Komisi I DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
SEJUMLAH purnawirawan TNI AD dan warga Pos Pengumben menggelar audiensi dengan Komisi I DPR RI membahas sengketa lahan di Kelurahan Kelapa...
Dok. Peradi

Kunjungi MA, Advokat Malaysia Pelajari Sistem Peradilan Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
Para advokat dari Malaysia yang didampingi pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), terlihat antusias menyimak paparan dari...
Medcom/Kautsar Widya Prabowo.

Bertemu Dua Jam, PKS-NasDem Sepakat Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:24 WIB
Sohibul bersama Surya Paloh sepakat untuk menjaga dinamika politik yang terus meningkat. Harapannya, kondisi politik di Indonesia dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya