Rabu 07 Desember 2022, 13:39 WIB

KSP: Aksi Teror tidak Bisa Ditoleransi

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
KSP: Aksi Teror tidak Bisa Ditoleransi

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Foto udara petugas kepolisian dari Polda Jabar melakukan proses sterilisasi tempat kejadian perkara dugaan bom bunuh diri di Polsek Astanaa

 

PEMERINTAH mengecam keras aksi teror yang baru saja terjadi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12). Apapun alasannya, tindakan kejahatan itu sama sekali tidak dibenarkan.

“Pemerintah mengecam keras tindakan teror apapun motifnya karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Tindakan ini jelas tidak bisa ditoleransi, apapun alasannya,” ujar Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani kepada wartawan, Rabu (7/12).

Ia pun memastikan aparat penegak hukum yang terdiri dari Densus 88 Polri dan unsur intelijen negara lainnya telah bergerak melakukan pendalaman atas kejadian tersebut.

“Aparat sedang melakukan pendalaman peristiwa dan akan melakukan proses penegakan hukum," tutur Jaleswari.

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung Tewaskan 1 Orang

Pemerintah, sambungnya, juga akan menanggung biaya perawatan para korban luka akibat bom bunuh diri dan akan segera memperbaiki kantor polisi yang rusak.

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap beraktivitas normal,“ ucapnya.

Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga kuat merupakan bagian dari jaringan terorisme lama yang menolak demokrasi dan hukum modern seperti KUHP.

Menurut Jaleswari, pengesahan KUHP sudah melalui mekanisme DPR yang demokratis dan disetujui rakyat. Sekalipun ada penolakan atau ketidaksetujuan, itu seharusnya dilakukan melalui mekanisme yang demokratis yang telah disediakan.(OL-5)

Baca Juga

MI/HO

Purnawirawan TNI AD dan Warga Pos Pengumben Curhat ke Komisi I DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
SEJUMLAH purnawirawan TNI AD dan warga Pos Pengumben menggelar audiensi dengan Komisi I DPR RI membahas sengketa lahan di Kelurahan Kelapa...
Dok. Peradi

Kunjungi MA, Advokat Malaysia Pelajari Sistem Peradilan Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
Para advokat dari Malaysia yang didampingi pengurus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), terlihat antusias menyimak paparan dari...
Medcom/Kautsar Widya Prabowo.

Bertemu Dua Jam, PKS-NasDem Sepakat Jaga Demokrasi Tetap Kondusif

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:24 WIB
Sohibul bersama Surya Paloh sepakat untuk menjaga dinamika politik yang terus meningkat. Harapannya, kondisi politik di Indonesia dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya