Kamis 24 November 2022, 21:38 WIB

Kejagung Tersangkakan Pihak Swasta dalam Kasus Korupsi Impor Garam

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Tersangkakan Pihak Swasta dalam Kasus Korupsi Impor Garam

Antara
Potret petani memanen garam di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.

 

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu pihak swasta sebagai tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas impor garam industri periode 2016-2022. 

Sejauh ini, jumlah tersangka sudah mencapai enam orang. "Penyidik Direktorat Penyidikan JAM-Pidsus telah menangkap dan melakukan penahanan terhadap satu orang tersangka," ujar Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Kuntadi, Kamis (24/11).

Adapun tersangka yang baru ditetapkan berinisial YN dan menjabat sebagai Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur. Penyidik menangkap YN di sebuah rumah sakit wilayah Jakarta Barat.

Baca juga: Kejagung Periksa Saksi dari Kemenko Perekonomian untuk Kasus Impor Garam

Menurut Kuntadi, penangkapan itu dilakukan karena YN tidak memenuhi panggilan yang disampaikan penyidik sebanyak dua kali. Alhasil, penyidik Gedung Bundar memutuskan untuk menangkap dan menetapkan YN sebagai tersangka.

Dalam perkara tersebut, YN berperan dalam pengalihan garam impor yang awalnya didistribusikan kepada industri aneka pangan. Pendistribusian itu sesuai rencana dalam permohonan rekomendasi kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

"Namun dialihkan menjadi garam konsumsi," jelas Kuntadi.

Setelah menangkap dan menetapkan tersangka, Kejagung menahan YN di Rutan Salemba cabang kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan. Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan lima tersangka.

Baca juga: NasDem Dorong Kejagung Tuntaskan Korupsi Impor Garam Industri

Itu termasuk Direktur Jenderal Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin periode 2019-2022 Muhammad Khayam. Lalu, Fredy Juwono selaku Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin.

Tiga tersangka lainnya adalah Kasubdit Industri Kimia Hulu Kemenperin Yosi Arfianto, Ketua Asosiasi Industri Pengguna Garam Industri Frederik Tony Tanduk dan Sanny Wikodiono selaku Direktur PT Sumatraco Langgeng Abadi.

Seluruh tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 atau Pasal 5 Ayat (1) huruf a subsider Pasal 13 Undang-Undang Pemeberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara (KUHP).(OL-11)
 

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Wapres: Pesantren Jangan Jadi Beban untuk Masyarakat

👤Emir Chairullah 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 13:46 WIB
Dengan persebaran pesantren yang luas hingga ke seluruh Indonesia, fungsi pemberdayaan ini harus semakin...
Antara/Ampelsa.

Bersama Ribuan Warga Aceh, Anies Baswedan Ajak Jaga Perdamaian

👤Andromeda Arizal Fathano 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 12:40 WIB
Antusiasme masyarakat Banda Aceh menyambut kedatangan Anies Baswedan, capres NasDem di Pemilu 2024, sangat...
Ist/DPR

Komisi I DPR RI Setujui Pengangkatan Yudo Margono sebagai Panglima TNI

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 10:41 WIB
Komisi I DPR RI menyetujui pemberhentian Jenderal TNI Andika Perkasa dan Pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya