Selasa 15 November 2022, 16:22 WIB

Pendiri ACT Instruktruksikan Penggelapan Dana dari Boeing

Irfan Julyusman | Politik dan Hukum
Pendiri ACT Instruktruksikan Penggelapan Dana dari Boeing

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin

 

DALAM persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/11) jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) mengatakan bahwa terdakwa Ahyudin memberi intruksi penyelewengan dana bantuan sosial dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) senilai total Rp117.982.530.997 melui pesan elektronik whatsapp.

"Bahwa untuk proses pencairan dana di luar implementasi dana Boeing tersebut dilakukan oleh terdakwa Ahyudin selaku Presiden Global Islamic Philantrophy (badan hukum yang menaungi ACT) dengan cara memberi instruksi melalui chat/panggilan whatsapp maupun lisan," kata salah satu jaksa penuntut umum (JPU) saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), hari ini.

Jaksa menyampaikan bahwa Ahyudin memberikan instruksi tersebut kepada Hariyana binti Hermain yang kini juga berstatus terdakwa dalam perkara yang sama dengan Ahyudin. Ahyudin dan terdakwa lain yaitu Ibnu Khajar mengetahui bahwa instruksi tersebut melanggar ketentuan protokol BCIF. Ketentuan tersebut merupakan persyaratan mendasar dari Boeing dimana uang tidak dapat digunakan untuk kepentingan pribadi setiap individu.

"Padahal mereka mengetahui bahwa dana BCIF tersebut tidak boleh digunakan untuk peruntukan lain selain untuk kegiatan implementasi Boeing. Namun, saksi Hariyana Binti Hermain tetap meneruskan instruksi tersebut kepada saksi Echwan Churniawan selaku Bendahara Yayasan ACT," ujar jaksa.

Baca juga: Terungkap Gaji Petinggi ACT Capai Rp100 Juta per Bulan

"Sehingga, tim keuangan memprosesnya agar dapat dilakukan pencairan dimana dana tersebut dipergunakan di luar peruntukan kegiatan implementasi Boeing," Sambungnya.

ACT sendiri menerima dana dari BCIF sebesar Rp138.546.388.500, namun hanya Rp20.563.857.503 yang diimplementasikan oleh Yayasan ACT.

Dalam perkara ini, tiga mantan petinggi Yayasan ACT didakwa telah menggelapkan dana bantuan sosial dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) yang diperuntukkan kepada keluarga korban kecelakaan Lion Air 610. Total dana yang diselewengkan oleh ACT ditaksir sebesar Rp. 117.982.530.997.

Ketiga terdakwa penyelewengan dana bantuan tersebut adalah Pendiri dan juga mantan President ACT Ahyudin, President ACT periode 2019-2022 Ibnu Khajar, dan juga mantan Senior Vice President Operational ACT Hariyana binti Hermain.

Atas perbuatannya, ketiganya didakwa telah melanggar Pasal 374 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (OL-4)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Pernah Disebut Merugi Rp106 Triliun, Pengacara Bos Indosurya: Faktanya Rp16 Triliun

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 10:50 WIB
“Jadi ahli mengatakan kerugiannya itu Rp16 triliun, bukan Rp106 triliun. Nah bahkan kalau mengacu pada data PKPU jadi kerugiannya...
Dok. DPR RI

Komisi III DPR Disebut akan Panggil BNPT Minta Klarifikasi soal Bom Astanaanyar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:18 WIB
Pihaknya akan menanyakan BNPT perihal program pembinaan deradikalisasi yang dijalankannya, termasuk koordinasi intelijen institusi tersebut...
Dok. DPR RI

Penyusunan Anggaran Berbasis Gender Ikut Berperan Wujudkan Demokrasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:07 WIB
Praktik GRB dilakukan di Indonesia sejak 2009 melalui pendekatan sistem perencanaan dan penganggaran yang berperan sebagai alat untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya