Jumat 28 Oktober 2022, 15:42 WIB

Ada yang Coba Jauhkan Jokowi dan NasDem, Wasekjend: Tidak Mempan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Ada yang Coba Jauhkan Jokowi dan NasDem, Wasekjend: Tidak Mempan

DPP NasDem
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

 

WAKIL Sekeretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai NasDem Hermawi Taslim menyadari ada pihak yang mencoba terus menerus menggangu dan mempengaruhi hubungan NasDem dengan Presiden Jokowi pasca-NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. NasDem menampik ada kerenggangan hubungan partainya dengan Jokowi di dalam kabinet.

"Ya saya pernah bilang ada pihak yang terus menerus coba mengganggu dan mempengaruhi hubungan Jokowi dan NasDem. Itu terbukti tidak mempan. Karna Jokowi tahu betul bagaimana hati NasDem terhadap beliau yang tidak pernah berubah sedikitpun sejak awal kabinet hingga akhir 2024," ungkap Hermawi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/10).

NasDem melandasi hubungan kebersamaan dengan Jokowi dengan prinsip ketulusan dan kesamaan visi melihat Indonesia ke depan. NasDem memiliki agenda yang besar dengan Jokowi hingga 2024. Hermawi menjelaskan NasDem merupakan pendukung utama dan pertama Jokowi semenjak Pemilu 2014 dan 2019.

"Komitmen NasDem bersama Jokowi hingga 2024. NasDem tetap setia dalam kebersamaan," tuturnya.

Kedekatan NasDem dengan Partai Demokrat dan PKS selaku partai oposisi pemerintahan Jokowi disebutkan oleh Hermawi merupakan bagian dari hubungan silaturahmi dengan semua partai yang ada. NasDem mencoba menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik di Tanah Air. Oleh karena itu, kedetakatan dengan PKS dan Demokrat disebut Hermawi tidak akan memengaruhi kualitas kebersamaan NasDem dengan Jokowi.

"Apa yangg dilakukan oleh NasDem saat ini adalah membangun silaturahmi dengan semua partai bukan hanya terhadap partai-partai koalisi tapi juga dengan partai oposisi. Kedekatan dengan PKS dan Demokrat tidak akan mempengaruhi kualitas keberadaan NasDem dengan pemerintahan Jokowi. NasDem tetap bersama di kabinet Jokowi hingga akhir 2024," tukasnya.

Baca juga:  Jokowi Ucap Jangan Sembrono Tentukan Capres, Ahmad Ali: Bukan untuk NasDem

Pada kesempatan terpisah, Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengkritik ada partai pendukung Jokowi yang memiliki hubungan erat dengan partai pengkiritik pemerintah. Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam perayaan Sumpah Pemuda di Sekolah Partai PDI-P di Jakarta.

"Jangan ikrar terhadap disiplin, mengaku mendukung pemerintah Pak Jokowi dan kemudian Bapak Kiai Ma'ruf Amin sampai akhir tahun, tetapi bergandengan erat dengan partai-partai yang setiap hari mengkritik Pak Jokowi," sambungnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/M Irfan

Bawaslu RI: Gotong Royong Demi Cegah Kecurangan Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 26 November 2022, 23:04 WIB
BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyatakan bahwa pihaknya mengedepankan gotong-royong demi mencegah adanya kecurangan pada...
Antara

Update 26 November 2022: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.469 Orang

👤MGN 🕔Sabtu 26 November 2022, 20:45 WIB
Sedangkan untuk kasus aktif berkurang 932 orang sehingga menjadi 62.120...
Dok. Pribadi

Hadir di Nusantara Bersatu, Sedulur Jokowi Tegaskan Tegak Lurus Kawal Pemerintahan Joko Widodo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 November 2022, 19:45 WIB
"Kami tegak lurus ikut jokowi dan akan selalu mendukung pemerintahan Jokowi untuk semua program yang bermanfaat untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya