Senin 03 Oktober 2022, 16:06 WIB

TNI bakal Proses Hukum Oknum Prajurit yang Tendang Suporter

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
TNI bakal Proses Hukum Oknum Prajurit yang Tendang Suporter

ANTARA/M Risyal Hidayat
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bersama Menkopolhukam Mahfud MD saat memberi keterangan terkait tragedi Kanjuruhan, Senin (3/10).

 

PANGLIMA TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan akan memproses hukum pidana terhadap oknum prajurit yang sengaja menendang suporter usai pertandingan Arema FC kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.

"Ini bukan etik, tapi pidana," papar Andika di Gedung Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (3/10).

Andika menegaskan pihaknya bakal melakukan investigasi. Panglima menilai aksi kekerasan terhadap suporter yang videonya viral di media sosial di luar kewenangan TNI.

"Kami lakukan  investigasi sekaligus kita lanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan," tegas Andika.

"Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tidak. Tetapi pidana," tambahnya.

Menurut Panglima, tindakan oknum TNI yang melakukan tendangan kungfu ke bagian punggung salah satu suporter di dalam lapangan sudah sangat berlebihan.

Andika pun mengimbau kepada warga agar mengirimkan video-video lain yang bisa membantu TNI mencari tahu siapa oknum prajurit yang melakukan aksi kekerasan terhadap warga.


Baca juga: Menkopolhukam: Pemerintah Bentuk TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan


"Kalau ada video lain yang juga memperlihatkan secara clear kita akan bisa menindaklanjuti sebanyak mungkin," ungkapnya.

Andika menyebut Mabes TNI nantinya yang akan bertugas untuk mengusut tragedi tersebut.

Andika juga berjanji akan menelusuri lebih lanjut dan menuntaskan perkara tersebut sampai dengan Selasa (4/10) sore.

"Kita janji. Kami juga sambil menunggu apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke Puspen," tuturnya.

Sebelumnya, beredar video di medsosyang memperlihatkan oknum prajurit melakukan aksi tendangan brutal ke arah suporter yang tengah berlarian di lapangan.

Kejadian tersebut terjadi usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Hingga pukul 18.00 WIB kemarin tercatat sebanyak 125 korban tewas, 19 jenazah lainnya belum teridentifikasi, dan ratusan lainnya lainnya luka-luka.

Kerusuhan juga mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas Stadion Kanjuruhan. Sebanyak puluhan kendaraan milik kepolisian dirusak dan dibakar massa yang kalap. Kerusuhan terjadi seusai Persebaya mengalahkan Arema 3-2. (OL-16)

Baca Juga

ANTARA

KPU Umumkan Penyerahan Dukungan Bakal Calon DPD

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:53 WIB
KPU mempersilakan para bakal calon DPD untuk mengajukan surat permohonan aktivasi akun aplikasi sistem informasi pencalonan (Silon)...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Dukungan Arus Bawah PAN ke Anies Tak Bisa Dibantah

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:22 WIB
Dia mengatakan banyak kader PAN yang sebenarnya mendukung Anies Baswedan. Sehingga, pasti ada pembelahan di tubuh PAN terkait perkara...
MI/BAYU ANGGORO

Hari Antikorupsi Sedunia di Bandung Dibiayai KPK

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:10 WIB
Hari Antikorupsi Sedunia yang dipusatkan di Jawa Barat, juga digelar di enam provinsi beserta kabupaten dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya