Rabu 28 September 2022, 17:47 WIB

Febri Diansyah ungkap Sambo Mengaku Emosional Saat Proses Eksekusi Brigadir J

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Febri Diansyah ungkap Sambo Mengaku Emosional Saat Proses Eksekusi Brigadir J

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Kuasa Hukum istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Febri Diansyah

 

KUASA Hukum istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengaku telah bertemu dengan suami dari kliennya. Dalam pertemuan itu, Sambo mengaku menyesal telah melampiaskan emosi yang berlebihan hingga membuat Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) terbunuh.

"Pak Ferdy Sambo menyesali berada dalam kondisi yang sangat emosional saat itu," kata Febri di Hotel Erien, Jakarta Pusat, hari ini.

Febri mengatakan dia bertemu dengan sambo di ruang tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Saat itu, Febri sedang bernegosiasi tentang permintaan bantuan hukum untuk Putri.

"Pada saat pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa kami (Febri dan rekannya Rasamala Aritonang) bersedia memberikan pendampingan hukum secara objektif," ujar Febri.

Sambo saat itu setuju dengan permintaan Febri. Dalam pertemuan itu, Sambo juga disebut telah mengakui sejumlah perbuatannya dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir J ini.

"Saat itu, Pak Ferdy Sambo menyanggupi dan bahkan menegaskan bahwa ia mengakui sejumlah perbuatan yang dilakukan dan siap mempertanggungjawabkannya dalam proses hukum yang objektif dan berimbang," ucap Febri.

Baca juga: Kejagung Gabungkan 2 Perkara Ferdy Sambo dalam Surat Dakwaan

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa berkas perkara dari lima tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) sudah lengkap. Kelima tersangka tersebut, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

"Hari ini kami nyatakan lengkap terkait pembunuhan berencana," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 28 September 2022.

Fadil menjelaskan awalnya penyidik Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas perkara kelima tersangka kepada Kejagung. Namun, berkas perkara itu dikembalikan dan penyidik diminta memperbaiki sesuai petunjuk jaksa penyelidik.

Setelah diperbaiki, lanjut dia, Bareskrim mengirim kembali berkas perkara tersebut ke Kejagung. Jaksa kemudian memeriksa kembali kelengkapan formil dan materiil dari berkas perkara tersebut. (OL-4)

Baca Juga

MI/BAYU ANGGORO

KPK Kembali Mengingatkan Pelaku Korupsi Dana Kebencanaan Terancam Hukuman Mati

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 05 Desember 2022, 22:20 WIB
Penyaluran bantuan bencana yang menggunakan dana negara baik APBD maupun APBN rawan...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Yasonna: Malu Kita Masih Memakai Hukum Belanda

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:03 WIB
Yasonna menyampaikan pengesahan revisi KUHP dinilai sesuatu hal yang sangat urgent. Sebab, dianggap sebagai suatu kebanggaan bagi...
Ist

Ketua DPD Serap Aspirasi GMPG terkait Pemilu 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:55 WIB
Ketua DPD akan menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah. Karena, amanat Presiden di KPU jelas mengatakan bahwa proses pemilu harus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya