Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI jual bahan bakar minyak (BBM) yang terlalu murah saat situasi dunia seperti sekarang ini, justru membuka ruang bagi para spekulan. Kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak perlu diperdebatkan.
"Bayangkan jika Indonesia sudah memproduksi dengan harga tinggi, tapi dijual murah di dalam negeri. Lalu datang spekulan beli di Indonesia dan dijual ke luar negeri dengan harga tinggi. Itu kan sama saja dengan bikin bangkrut Pertamina," tukas anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Rico Sia dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Ia mengaku sangat setuju bila harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi dinaikkan pemerintah. Kalau BBM dijual terlalu murah sama artinya memberi ruang kepada para spekulan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan subsidi Pemerintah untuk BBM jenis pertalite menyentuh angka Rp502 triliun. Subsidi dilakukan agar harga pertalite tetap di angka Rp7.650 per liter. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) 2022 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jumat (5/8).
Menanggapi hal tersebut, Rico Sia mendesak Pemerintah agar BBM subsidi diawasi dengan ketat oleh penegak hukum.
"Wajib hukumnya BBM subsidi ini diawasi oleh aparat penegak hukum agar tepat sasaran. Jangan sampai malah ada oknum oknum pengawas distribusi BBM yang ikut 'bermain'. Kalau sampai hal itu terjadi, di mana kecintaannya akan bangsa Indonesia?" ujar legislator NasDem asal dapil Papua Barat tersebut.
Lebih jauh Rico memaparkan, saat ini sudah banyak negara yang mulai terdampak resesi. Sedangkan Indonesia kondisinya masih terhitung baik baik saja. Itu sebabnya Indonesia sudah harus mengambil langkah antisipatif, bukan menunggu sampai dekat krisis baru mulai mengambil langkah antisipatif," tegasnya.
Langkah PT Pertamina (Persero) yang menaikkan BBM non subsidi pertamax turbo, dexlite dan Pertamina dex pada Rabu (3/8), sudah sangat tepat. Rico Sia juga memberi apresiasi tinggi dengan langkah Jokowi terkait subsidi BBM demi rakyat Indonesia.
"Langkah bijak Presiden Jokowi menggelontorkan subsidi BBM hingga lebih dari Rp500 triliun untuk rakyat dan keberanian Pertamina menaikan BBM non subsidi, layak diacungi dua jempol," pungkas Rico. (RO/O-2)
KRISIS energi di Sri Lanka kian genting setelah pemerintah setempat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya dalam dua pekan terakhir akibat konflik timur tengah
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Beniyanto menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubdisi meskipun harga minyak dunia saat ini melambung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level di atas US$100 per barel.
Berdasarkan perhitungan, dampak penghematan dari kebijakan tersebut sangat kecil dibandingkan total anggaran negara.
Penyaluran bantuan yang dilakukan dalam rangka Reses Masa Sidang III Tahun 2025-2026 ini diawali di Kecamatan Ciparay
Program Bestari besutan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mulai tuai hasil. Dua pemuda resmi bekerja sebagai barista profesional di Arab Saudi. Simak kisahnya!
Bisa jadi kata cemooh berasal dari kata ini; atau setidaknya memiliki nalar dan rasa yang sebangun.
Kegiatan ini menandai dimulainya Safari Ramadan Partai NasDem sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi dan silaturahmi kader dengan masyarakat.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved