Kamis 21 Juli 2022, 05:30 WIB

Pemeriksaan Hari Kedelapan, Ahyudin Mengaku Ditanya Soal Pembelian Aset Yayasan

Basuki Eka Purnama | Politik dan Hukum
Pemeriksaan Hari Kedelapan, Ahyudin Mengaku Ditanya Soal Pembelian Aset Yayasan

ANTARA/Reno Esnir
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah)

 

PENDIRI Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri untuk hari kedelapan, Rabu (20/7). Usai pemeriksaan, Ahyudin mengaku ditanyai seputar pembelian aset yayasan.

"Hari ini (pemeriksaan) lebih teknis, menggali tentang di antaranya dibahas tentang bagaimana mekanisme-mekanisme ACT dalam hal penggajian, dalam hal pembelian aset yayasan, dalam hal pengadaan kendaraan bagi pejabat yayasan maupun bagi pegawai. Karena sangat teknis banget gitu, jadi ya lama sekali," ujar Ahyudin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (20/7) malam.

Ahyudin menjalani pemeriksaan dari pukul 11.00 WIB dan selesai pukul 23.54 WIB.

Baca juga: Polisi akan Kembali Periksa Mantan Presiden ACT

Di hari kedelapan pemeriksaan, penyidik menjadwalkan pemeriksaan dua saksi, yakni Ahyudindan Senior Vice President Global Islamic Heriyanan Hermain.

Kepala Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittpideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol. Andri Sudarmaji mengatakan pemeriksaan terhadap Ahyudin akan kembali dilanjutkan Kamis (21/7).

"Besok (pemeriksaan) dilanjutkan lagi," kata Andri.

Sejak penyidikan dimulai, Senin (11/7), penyidik telah memeriksa sebanyak 18 saksi. Para saksi tersebut di antaranya Ahyudin dan Ibnu Khajar menjalani pemeriksaan secara marathon sejak Jumat (8/7) sampai Senin (18/7).

Selain Ahyudin dan Ibnu Khajar, penyidik juga meminta keterangan daro sejumlah saksi lainnya, di antaranya Manajer PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Ganjar Rahayu terkait penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana CSR ahli waris korban kecelaksan Pesawat Lion Air JT-610 oleh ACT.

Kemudian, Ketua Pembina Yayasan ACT Imam Akbari, Anggota Dewan Syariah Yayasan ACT Bobby Herwibowo, Pengawas Yayasan ACT Sudarman, Ketua Dewan Syariah Yayayasan ACT Amir Faishol Fath, Pengurus/Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy Heryana Hermain, Direktur PT Hydro Perdana Retailindo Syahru Ariansyah. PT Hydro selaku perusahaan yang terafiliasi dengan ACT.

Dalam perkara ini, penyidik mengusut dugaan pelanggaran Pasal 372 juncto 372 KUHP dan/atau Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 70 ayat (1) dan ayat (2) juncto Pasal 5 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Pelanggaran Kode Etik Berat, Ferdy Sambo Berpotensi Dipecat 

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:42 WIB
Menurut IPW, sidang etik Ferdy Sambo bisa mengarah tindak pidana, jika terbukti menghilangkan bukti atau merusak TKP dalam kasus penembakan...
Antara

Pakar: Istri Ferdy Sambo Bisa Jadi Tersangka

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:22 WIB
Dalam hal ini, terkait keterangan palsu dalam laporan dugaan pelecehan seksual. Mengingat, Bareskrim Polri menyatakan tidak ada tindak...
Antara

Telusuri Kasus Pembunuhan Brigadir J, Penyidik Polri ke Magelang

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:05 WIB
Sebelumnya, Ferdy Sambo mengklaim ada perbuatan Brigadir J yang melukai harkat dan martabat keluarganya ketika berada di Magelang, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya